Tahun Ketiga Pengabdian UMM di Sumbersekar: Dorong UMKM Kulit dan Kain Ecoprint Naik Kelas 

A. Nugroho • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:28 WIB
BERDAYA: Tim pengabdian, mahasiswa KKN Mitra Dosen, dan mitra UMKM menunjukkan hasil kain ecoprint dalam kegiatan pemberdayaan di Desa Sumbersekar, Malang.
BERDAYA: Tim pengabdian, mahasiswa KKN Mitra Dosen, dan mitra UMKM menunjukkan hasil kain ecoprint dalam kegiatan pemberdayaan di Desa Sumbersekar, Malang.

 

Melalui Teknologi, Diversifikasi, dan Digital Marketing


Program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PUD) Desa Sumbersekar, Malang

MALANG, RADAR MALANG – Program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Barang Kulit dan Kain Berbasis Ecoprint sebagai Unggulan Daerah Desa Sumbersekar Malang kembali dilaksanakan pada tahun 2026. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan tahun ketiga yang berfokus pada penguatan mutu produksi, diversifikasi produk, pemasaran, serta keberlanjutan usaha dua UMKM mitra, yaitu Aiseco dan Lekarco merupakan UMKM yang dikelola di lingkungan Ranting ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Program pengabdian selama tiga tahun (2024-2026) ini didanai oleh BIMA -Kemdiktisaintek. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan penjualan dan pendapatan mitra, meningkatkan mutu dan pemasaran produk kulit maupun kain ecoprint, serta memperkuat kerja sama dengan UMKM sebagai tempat magang dan objek penelitian berkelanjutan bagi mahasiswa dan dosen.

Pada aspek produksi, tim menerapkan teknologi mesin ecoprint bertekanan untuk mendukung peningkatan kualitas dan konsistensi produk. Tim juga menerapkan formulasi ecoprint monochrome, memproduksi contoh barang kulit secara terbatas, serta memberikan pelatihan diversifikasi berupa ecoprint dark gradient dan bleaching art.


Sementara itu, pada aspek pemasaran, kegiatan diarahkan pada pelatihan dan pendampingan digital marketing dan strategi bisnis, pengembangan desain kemasan, pengadaan papan penunjuk arah produk unggulan daerah, serta perluasan promosi melalui pameran dan jejaring kerja sama. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra rata-rata sebesar 85 persen, disertai peningkatan mutu produk, diversifikasi produk, dan volume penjualan.

Ketua tim pengabdian, Prof Dr Wehandaka Pancapalaga, M.Kes., menyampaikan bahwa program tahun ketiga diarahkan agar hasil pendampingan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar dapat diterapkan dalam kegiatan produksi dan pemasaran UMKM.
“Kami berharap teknologi yang diterapkan, peningkatan keterampilan, diversifikasi produk, dan penguatan pemasaran dapat membuat Aiseco dan Lekarco semakin mandiri dan mampu menjadikan produk ecoprint Sumbersekar sebagai produk unggulan daerah yang memiliki kualitas dan daya saing lebih baik. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada BIMA -Kemdiktisaintek atas dukungan pendanaan, kepada Universitas Muhammadiyah Malang, pemerintah dan masyarakat Desa Sumbersekar, serta seluruh mitra yang telah mendukung kegiatan pengabdian ini hingga memasuki tahun ketiga,” ujar Prof Wehandaka.


Pelaksanaan kegiatan juga dibantu oleh lima mahasiswa KKN Mitra Dosen Universitas Muhammadiyah Malang. Tim mahasiswa tersebut dikoordinasikan oleh Rivaldi Nanda Saputra, mahasiswa Program Studi Peternakan UMM. Keterlibatan mahasiswa mendukung pendampingan mitra, pelaksanaan kegiatan lapangan, dokumentasi, serta penguatan digital marketing produk UMKM.

Selain memberikan manfaat langsung kepada dua UMKM mitra, kegiatan tahun ketiga juga menghasilkan berbagai luaran. Di antaranya adalah publikasi jurnal ilmiah,  keikutsertaan dalam Konferensi Nasional Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KNPPM) 2026 di Bali, publikasi kegiatan pada media elektronik, serta luaran kekayaan intelektual. Salah satu luaran tambahan yang telah dicapai adalah sertifikat paten sederhana untuk formulasi mordan kombinasi garam Epsom pada ecoprint monokrom kulit domba samak crust.
Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, UMKM, dan masyarakat, program ini diharapkan memperkuat posisi Desa Sumbersekar sebagai salah satu sentra pengembangan produk kulit dan kain berbasis ecoprint yang inovatif, bernilai tambah, dan berkelanjutan.

Dampak Program Selama Tiga Tahun
Pelaksanaan program pengabdian selama tiga tahun telah memberikan dampak nyata bagi UMKM Aiseco dan Lekarco, meliputi penguatan HKI, peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, diversifikasi, pemasaran, dan pendapatan. Program telah menghasilkan sertifikat merek Aiseco dan Lekarco serta paten sederhana formulasi monochrome, sementara desain industri mesin ecoprint masih dalam proses pendaftaran. Penerapan teknologi mesin ecoprint bertekanan juga menghasilkan warna lebih tajam, motif lebih jelas dan konsisten, serta produk yang semakin beragam. Kapasitas produksi Lekarco meningkat dari 10 menjadi 20 unit/bulan, sedangkan Aiseco dari 10 menjadi 30 unit/bulan, disertai peningkatan penjualan dan perluasan pemasaran melalui digital marketing serta pameran.

Dampak ekonomi juga terlihat dari meningkatnya kinerja usaha kedua UMKM, yang ditunjukkan oleh peningkatan produksi, penjualan, dan pendapatan setelah penerapan teknologi serta penguatan pemasaran. Secara keseluruhan, pendapatan usaha mitra menunjukkan peningkatan yang signifikan, mencerminkan dampak positif program terhadap penguatan dan kemandirian usaha Aiseco dan Lekarco. 

Menurut Prof Dr Wehandaka Pancapalaga, M.Kes., capaian tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi dan pendampingan selama tiga tahun tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memperluas pasar dan memberikan dampak ekonomi nyata, sekaligus memperkuat kemandirian UMKM dan posisi ecoprint Sumbersekar sebagai produk unggulan daerah.


— UMM untuk Masyarakat, Inovasi untuk UMKM —

Editor : A. Nugroho
desa kain sumbersekar malang ecoprint