JAKARTA, RADAR MALANG - Dekan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) sekaligus Ketua Umum Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI), Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.AB., Ph.D., memimpin jajaran pimpinan perguruan tinggi vokasi dalam agenda silaturahmi dan diskusi strategis bersama Prof Dr Fauzan, M.Pd selaku Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI di Jakarta.
Pertemuan ini berfokus pada pembahasan langkah-langkah transformatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi vokasi di Indonesia melalui skema kerjasama internasional multisektor.
Dalam kesempatan tersebut, Ketum FPTVI didampingi oleh jajaran pengurus dan dewan pengawas FPTVI, antara lain:
1. Dr Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec — Dekan Fakultas Vokasi Universitas Padjadjaran (Unpad)
2. Dr Suprapto, S.Pd., M.T. — Dekan Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
3. Prof Dr Ir Lailis Syafa'ah, M.T. — Dekan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
4. Prof Ir Antony Sihombing, MPD., Ph.D — Dewan Pengawas FPTVI / Universitas Indonesia (UI)
5. Dr Ir Wawan Oktariza, M.Si — Dewan Pengawas FPTVI / IPB University
Diskusi strategis ini turut dihadiri oleh Ketua Forum Direktur Politeknik Negeri Indonesia (FDPNI), Ahyar Muhammad Diah, Ph.D.
Dari pihak pemerintah, Wakil Menteri Diktisaintek didampingi oleh Dr Beny Bandanadjaja S.T., M.T. selaku Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, serta Katiman, Ph.D. selaku Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia Berkualitas Kemenko PMK.
Penguatan Vokasi Berbasis Global
Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama antara kementerian, FPTVI, dan FDPNI dalam menyelaraskan arah kebijakan vokasi nasional dengan standar industri internasional. Kerja sama multisektor yang digagas mencakup penyesuaian kurikulum terapan, mobilitas mahasiswa dan dosen antarnetwork global, hingga riset terapan berorientasi industri.
Sinergi antara universitas penyelenggara pendidikan vokasi (FPTVI) dan politeknik negeri (FDPNI) bersama Kemendiktisaintek serta Kemenko PMK diharapkan mampu mempercepat terciptanya ekosistem pendidikan terapan yang responsif terhadap dinamika industri global. (*)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang