Mahasiswa Fakultas Vokasi UB Raih Tiga Penghargaan di Ajang Inovasi Pemuda Internasional

A. Nugroho • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:21 WIB
BIKIN BANGGA: Mahasiswa Program Studi Desain Grafis Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya, Dinda Elvina Aurelia, meraih tiga penghargaan dalam ajang International Youth Innovation Summit #25 x Indonesian Youth Exchange #8 Chapter Malaysia-Singapore 2026.
BIKIN BANGGA: Mahasiswa Program Studi Desain Grafis Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya, Dinda Elvina Aurelia, meraih tiga penghargaan dalam ajang International Youth Innovation Summit #25 x Indonesian Youth Exchange #8 Chapter Malaysia-Singapore 2026.

MALANG, RADAR MALANG - Mahasiswa Program Studi Desain Grafis Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya, Dinda Elvina Aurelia, meraih tiga penghargaan dalam ajang International Youth Innovation Summit #25 x Indonesian Youth Exchange #8 Chapter Malaysia-Singapore 2026 yang berlangsung di Malaysia dan Singapura, 24–27 Agustus 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Global Youthpreneur Nusantara (GYN) itu mengusung tema "Youth Digital Innovation: Pioneering Innovation for Tomorrow's Leaders" dan diikuti oleh 39 delegasi terpilih dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah di seluruh Indonesia, di antaranya Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, dan Universitas Pendidikan Ganesha.

Mahasiswa Program Studi Desain Grafis Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya, saat mendapat penghargaan dalam ajang International Youth Innovation Summit #25 x Indonesian Youth Exchange #8 Chapter Malaysia-Singapore 2026.
Mahasiswa Program Studi Desain Grafis Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya, saat mendapat penghargaan dalam ajang International Youth Innovation Summit #25 x Indonesian Youth Exchange #8 Chapter Malaysia-Singapore 2026.
Bersama timnya, Dinda meraih penghargaan 1st Best Innovation Project dan 1st Best Video Innovation, serta penghargaan individu The Most Creative Delegate.
IYIS merupakan program kepemudaan internasional yang secara rutin diselenggarakan GYN sejak 2022, dengan misi mendorong inovasi generasi muda Indonesia di bidang pendidikan, lingkungan, ekonomi, dan kesehatan, sekaligus memperluas jejaring internasional peserta. Program ini terbuka bagi warga negara Indonesia berusia 16–35 tahun, tanpa batasan latar belakang pendidikan atau jurusan.

Untuk menjadi delegasi, calon peserta harus melalui beberapa tahap seleksi, yakni wawancara, forum group discussion (FGD), hingga pengumuman kelulusan. Pembiayaan program ini terbagi ke dalam beberapa skema, yakni jalur fully funded atau beasiswa penuh bagi peserta dengan hasil seleksi terbaik, jalur partial funded dengan subsidi sebagian biaya, dan jalur self funded atau mandiri bagi peserta yang menanggung sendiri biaya keikutsertaannya.

Penghargaan yang diraih Dinda diperoleh melalui Innovation Summit Competition, salah satu rangkaian utama acara, di mana setiap delegasi ditantang mengembangkan dan mempresentasikan proyek inovasi berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) secara berkelompok. Dalam proyek tersebut, ia tergabung dalam tim beranggotakan lima delegasi dari perguruan tinggi dan sekolah yang berbeda, yaitu Nur Maharani Al Karim dari Institut Pertanian Bogor, Martha Sri Rezeki Purba dari Universitas Pendidikan Ganesha, Soviana Maharani dari Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, dan Zahra Aqeela Nadhir dari SMA Nasima.
Menurut Dinda, tantangan terbesar sekaligus hal yang paling menarik dari kegiatan ini adalah bersaing dengan ratusan calon peserta dari seluruh Indonesia yang memiliki rekam jejak prestasi di tingkat nasional maupun internasional, serta berasal dari berbagai universitas dan instansi ternama. "Hal itu justru membuat saya semakin tertantang untuk ikut, belajar dari orang-orang hebat, dan mendapatkan pengalaman serta hal-hal baru yang mungkin belum pernah saya temui sebelumnya," katanya.

Selain kompetisi, para delegasi juga melakukan kunjungan akademik ke National University of Singapore (NUS) dan Universiti Malaya sebagai bagian dari program pertukaran budaya dan perluasan jejaring internasional. Ia mengatakan, pengalaman paling berkesan selama mengikuti kegiatan tersebut adalah kesempatan berkolaborasi dengan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus mendapatkan wawasan akademik dan internasional dari kunjungan ke dua kampus tersebut. Menurutnya, proses menyusun ide inovasi bersama tim lintas institusi turut mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah.

Ia berharap pengalamannya itu dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berani mengambil kesempatan serupa. "Jangan takut untuk bermimpi besar dan mengambil langkah pertama. Karena setiap pengalaman, sekecil apa pun, dapat menjadi proses untuk berkembang, membuka peluang baru, dan membawa kita lebih dekat pada versi terbaik dari diri kita," ujar Dinda.

Prestasi ini menambah daftar capaian mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya di tingkat internasional. Fakultas Vokasi UB terus mendorong mahasiswanya untuk aktif mengikuti kegiatan dan kompetisi berskala global guna memperkuat daya saing lulusan. (*)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
nus GYN Dinda Elvina Aurelia sdgs