Tiga Dosen Teknik Elektro UB Dalami Teknologi Kereta Cepat di China

Indra Andi • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 21:38 WIB
Tiga Dosen Teknik Elektro
Tiga Dosen Teknik Elektro

 

Malang  – Tiga dosen Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) memperkuat kompetensi di bidang teknologi transportasi modern melalui International Training on Key Technologies of High-Speed Train for Southeast Asian Countries  di Qingdao, China, 16–31 Agustus 2026.

Ketiganya yakni Prof. Dr. Ir. Rini Nur Hasanah, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Waru Djuriatno, S.T., M.T., dan Dr. Ir. Tri Nurwati, S.T., M.T. Pelatihan tersebut diikuti 20 peserta, terdiri atas 14 peserta dari Thailand dan enam peserta dari Indonesia. Selain UB, delegasi Indonesia juga berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Program ini merupakan kolaborasi Department of International Cooperation, Ministry of Science and Technology of the People’s Republic of China, CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd., serta Thailand Institute of Scientific and Technological Research (TISTR).

Selama pelatihan, peserta mempelajari berbagai teknologi utama kereta cepat, mulai dari operasi dan pemeliharaan, dinamika dan simulasi, kekuatan struktur, peredaman getaran dan kebisingan, structural health monitoring, hingga desain industri.

Selain pembelajaran di kelas, peserta mengikuti on-site professional practicum di Engineering Laboratory CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd., serta kunjungan teknis, diskusi, dan pertukaran akademik.

CRRC merupakan salah satu produsen kereta cepat di China yang juga terlibat dalam pengembangan kereta cepat yang beroperasi di Indonesia, termasuk Whoosh.

Prof. Dr. Ir. Rini Nur Hasanah mengatakan pelatihan tersebut memberikan kesempatan bagi akademisi untuk memahami perkembangan teknologi kereta cepat secara lebih komprehensif.

“Pelatihan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga untuk memahami perkembangan teknologi kereta cepat secara lebih komprehensif, baik dari sisi pengoperasian, sistem, maupun teknologi pendukungnya,” terangnya.

Ketua Departemen Teknik Elektro UB, Muhammad Aziz Muslim, S.T., M.T., Ph.D., menilai keterlibatan dosen dalam kegiatan internasional penting untuk memperkuat kapasitas akademik dan pengembangan keilmuan.

Menurutnya, teknologi kereta cepat memiliki keterkaitan dengan berbagai bidang Teknik Elektro, seperti sistem tenaga, kendali, telekomunikasi, instrumentasi, monitoring, dan transportasi elektrik.

“Keikutsertaan dosen Teknik Elektro UB dalam pelatihan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan akademik, memperkuat jejaring internasional, serta menjadi bahan pengembangan pembelajaran dan riset,” ujar Aziz.

Pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran, penelitian, serta pengembangan kerja sama internasional. Kegiatan ini sekaligus mendukung penguatan kompetensi sumber daya manusia UB dalam mengikuti perkembangan teknologi global dan sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas, inovasi dan infrastruktur, transportasi berkelanjutan, serta kemitraan internasional.

[drn/aw

Editor : Indra Andi
Fakultas Teknik Universitas Brawijaya universitas brawijaya teknik elektro