RADAR MALANG-UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang kembali mengukuhkan para wisudawan. Ada 1.614 mahasiswa yang menjalani proses wisuda ke-94 periode IV tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di Kampus 1 Gedung Sport Centre (Gedung Soeharto) pada 5-6 September.
Dalam sesi pertama (5/9), ada sebanyak 800 wisudawan yang dikukuhkan. Mereka berasal dari beragam Prodi. Mulai dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Sains dan Teknologi, sampai Fakultas Ekonomi.
Wakil Rektor Bidang Akademik Associate Professors Drs Basri MA PhD mengatakan, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan mencatatkan jumlah wisudawan terbanyak. ”Jumlahnya mencapai 169 wisudawan,” kata dia.
Disusul beberapa fakultas lainnya seperti 125 wisudawan Fakultas Sains dan Teknologi, 94 wisudawan Fakultas Humaniora, 92 wisudawan Fakultas Syariah, 59 wisudawan Fakultas Ekonomi, 58 wisudawan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 41 wisudawan Fakultas Psikologi, serta 162 wisudawan program pascasarjana.
Menurutnya, dari sisi capaian akademik, para wisudawan mencatatkan prestasi yang memuaskan. ”Untuk nilai rata-rata IPK sarjana sebesar 3,72, nilai rata-rata IPK profesi sebesar 3,49, serta nilai rata-rata IPK magister dan dokter sebesar 3,89,” ungkap Basri.
Sementara dalam sesi kedua wisuda (6/9), jumlah lulusan terbanyak berasal dari Fakultas Sains dan Teknologi dengan 286 wisudawan. Disusul dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan berjumlah 270 wisudawan.
Basri menegaskan, capaian keberhasilan para wisudawan selama menempuh pendidikan patut diapresiasi. Meski demikian, dia tetap mengingatkan adanya mahasiswa yang membutuhkan waktu lebih lama dalam menyelesaikan pendidikan.
Sementara itu, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Ilfi Nur Diana MSi CAHRM CRMP menyampaikan, sejumlah pesan kepada para wisudawan. ”Saya hanya ingin menyampaikan pesan, cintai dirimu, jangan buat hancur nama besarmu, orang tuamu, dan masa depanmu,” tegasnya.
Ilfi juga mengingatkan gelar akademik bukan menjadi akhir perjalanan. Melainkan modal untuk memasuki tahap kehidupan berikutnya. Para wisudawan didorong agar mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja, mencari peluang pengembangan diri, atau melanjutkan pendidikan ke magister dan doktoral. ”Jangan setelah wisuda berhenti sampai sini saja, tapi action, kerja nyata. Itu yang harus kalian siapkan,” pungkasnya. (mel/gp)
Editor : Galih R Prasetyo