Dari Kampus ke Istana, Inovasi Mahasiswa FTUB Dapat Perhatian Wapres

Indra Andi • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 14:18 WIB
Mahasiswa UB memperkenalkan tiga inovasi di bidang kesehatan, yakni ADAPT-V, Transaid, dan Vitalsense
Mahasiswa UB memperkenalkan tiga inovasi di bidang kesehatan, yakni ADAPT-V, Transaid, dan Vitalsense

 

Malang– Inovasi mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mendapat perhatian di tingkat nasional. Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menerima audiensi perwakilan dosen dan mahasiswa berprestasi UB di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Dalam audiensi tersebut, mahasiswa UB memperkenalkan tiga inovasi di bidang kesehatan, yakni ADAPT-V, Transaid, dan Vitalsense. Salah satu yang mendapat perhatian adalah ADAPT-V, rompi pintar yang dirancang untuk membantu mendeteksi dan merespons kondisi tantrum pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD).

ADAPT-V mengintegrasikan sensor, machine learning, dan Internet of Things (IoT) untuk mengenali perubahan kondisi fisiologis serta pola gerakan anak yang dapat menjadi indikator awal tantrum. Ketika kondisi tersebut terdeteksi, sistem dirancang memberikan tekanan terkontrol menyerupai sensasi pelukan, sebelum kembali ke kondisi semula ketika anak terdeteksi stabil.

Ketua tim pengembang ADAPT-V, Zakky Yahya dari Departemen Teknik Elektro UB, menjelaskan teknologi tersebut bekerja secara otomatis dan real-time. Sistem memanfaatkan sensor MAX30102 untuk memantau denyut nadi dan MPU6050 untuk membaca pola gerakan anak. Data dari kedua sensor kemudian diolah untuk membantu sistem mengenali perubahan kondisi pengguna.

Inovasi mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mendapat perhatian di tingkat nasional
Inovasi mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mendapat perhatian di tingkat nasional

 

Wapres Gibran mengapresiasi inovasi yang diperkenalkan mahasiswa UB. Ia mendorong agar hasil penelitian dan karya mahasiswa tidak berhenti pada tahap publikasi, tetapi dikembangkan hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karya dan inovasi ini tidak boleh berhenti sampai di sini, tidak hanya berhenti sampai dipublikasi, tapi harus sampai dihilirisasi, dan produk ini harus punya manfaat, ujar Gibran.

Selain ADAPT-V, mahasiswa UB memperkenalkan Transaid, teknologi berbasis kecerdasan buatan dan pencitraan tiga dimensi untuk membantu mendeteksi celah antara bahan tambalan dan gigi asli. Sementara Vitalsense merupakan perangkat pemantauan kesehatan non-invasif yang mengintegrasikan IoT dan machine learning.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FTUB, Ir. L Tri Wijaya N. Kusuma, ST., MT., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., yang turut hadir dalam audiensi, mengaku bangga atas perhatian pemerintah terhadap inovasi mahasiswa.

Ia berharap dukungan tersebut dapat mendorong semakin banyak karya mahasiswa FTUB yang dikembangkan dan dihilirkan melalui kerja sama dengan mitra industri.

Audiensi tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa UB untuk membawa inovasi dari lingkungan kampus ke tingkat nasional sekaligus mendorong pengembangan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. (aw)

Editor : Indra Andi
ADAPT-V Universitas Brawijaya (UB)