MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kemampuan literasi siswa terus didorong agar tidak berhenti pada aktivitas membaca. Jurnalis Camp 2026 hadir sebagai pilot project untuk mengenalkan jurnalistik kepada pelajar SMP/MTs di Malang Raya. Program ini digelar Jawa Pos Radar Malang bersama tiga instansi pendidikan, yakni Disdikbud Kota Malang, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, dan Dinas Pendidikan Kota Batu.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung Rabu (30/9). Selain mendukung gerakan literasi sekolah, Jurnalis Camp diarahkan agar siswa mampu mengolah informasi, melakukan observasi, mewawancarai narasumber, hingga menyajikannya menjadi tulisan yang menarik.
Program ini juga selaras dengan Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti melalui Gerakan Literasi Sekolah, khususnya penguatan kemampuan berbahasa sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Siswa Belajar Menulis Berita dari Praktisi
Jurnalis Camp 2026 membekali peserta dengan materi jurnalistik secara langsung, mulai dari teknik menulis berita hingga mengenal kerja wartawan. Materi tersebut disampaikan Redaktur Senior Jawa Pos Radar Malang dengan pendekatan yang mudah dipahami pelajar.
Tak hanya menerima materi di dalam ruangan, peserta juga diajak melakukan praktik jurnalistik di lapangan. Siswa akan turun langsung ke Alun-Alun Kota Malang untuk melakukan observasi serta menggali informasi dari narasumber.
Praktik tersebut menjadi bagian penting dalam pelatihan. Siswa tidak hanya belajar mengenai teori penulisan, tetapi juga dilatih menemukan fakta, menentukan sudut pandang, serta mengembangkan informasi menjadi berita.
Kunjungan Industri Jadi Bahan Praktik
Pengalaman jurnalistik siswa kemudian dilanjutkan melalui kunjungan ke salah satu industri di Kota Malang. Peserta akan melihat secara langsung layanan dan inovasi yang ada di lokasi tersebut.
Hasil observasi itu selanjutnya diolah menjadi tulisan. Dengan metode tersebut, siswa dapat mempraktikkan tahapan jurnalistik secara utuh, mulai dari mencari informasi hingga menyusun berita yang enak dibaca.
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana optimistis siswa SMP/MTs mampu menghasilkan karya jurnalistik yang baik jika mendapatkan ruang dan pendampingan yang tepat.
“Saya sangat yakin jika siswa SMP/MTs mampu untuk membuat berita yang bagus. Nantinya jika tiap sekolah memiliki agen literasi (siswa), maka virus literasi akan secara organik menyebar ke seluruh siswa yang lain,” ujarnya.
Peserta Dapat Publikasi Karya
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah fasilitas dengan kontribusi Rp 500 ribu. Fasilitas meliputi sertifikat, publikasi karya tulis, koran, snack, dan makan siang.
Publikasi karya menjadi salah satu bagian yang diharapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Tulisan yang dibuat tidak sekadar menjadi tugas pelatihan, tetapi memiliki kesempatan untuk dipublikasikan sehingga siswa merasakan proses menghasilkan karya jurnalistik secara langsung. (bes)
Editor : Aditya Novrian