Jurnalis Camp 2026 Disambut Antusias, 10 Kelompok Sudah Mendaftar

Aditya Novrian • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:45 WIB
Poster Jurnalis Camp.
Poster Jurnalis Camp.

MALANG KOTA , RADAR MALANG – Jurnalis Camp 2026 mendapat sambutan dari pelajar SMP/MTs di Malang Raya. Hingga Kamis (10/9), sedikitnya 10 kelompok telah mendaftar untuk mengikuti kegiatan yang digelar Jawa Pos Radar Malang bersama tiga dinas pendidikan di Malang Raya tersebut.

Sejumlah sekolah yang telah mendaftar di antaranya SMPN 1 Malang, SMPN 2 Malang, SMPN 6 Malang, SMPN 7 Malang, dan SMPN 9 Malang. Selain itu, terdapat SMPN 4 Kepanjen dan SMPK Kolese Santo Yusup II yang turut menunjukkan minat mengikuti kegiatan tersebut.

Jadi Ruang Belajar Jurnalistik bagi Pelajar

Jurnalis Camp 2026 dijadwalkan berlangsung pada Rabu (30/9). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Jawa Pos Radar Malang dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, serta Dinas Pendidikan Kota Batu.

Kegiatan tersebut menjadi pilot project untuk memperkuat literasi siswa, khususnya melalui pengenalan jurnalistik. Pelajar tidak hanya mendapatkan materi di dalam ruangan, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung proses mencari informasi hingga mengolahnya menjadi berita.

Kepala SMPN 1 Malang Risna Widyawati SPd menilai pengenalan jurnalistik penting diberikan sejak jenjang pendidikan menengah pertama. Menurut dia, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperluas wawasan.

“Saya rasa sangat penting mengedukasi literasi siswa sejak dini. Agar meningkatkan keterampilan, kapasitas, dan wawasan di bidang jurnalistik siswa SMPN 1 Malang,” ujar Risna.

Siswa Tak Hanya Belajar Menulis Berita

Dalam kegiatan tersebut, peserta akan mendapatkan materi jurnalistik dari Redaktur Senior Jawa Pos Radar Malang. Materi tidak berhenti pada teori, tetapi dilanjutkan dengan praktik mencari informasi dan menyusun berita.

Siswa juga akan diajak terjun langsung ke Alun-Alun Kota Malang untuk melakukan observasi dan menggali informasi dari narasumber. Pengalaman tersebut diharapkan membuat peserta memahami bahwa proses jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menulis, tetapi juga ketelitian dalam mengumpulkan informasi.

Selain itu, peserta dijadwalkan mengunjungi salah satu industri di Kota Malang. Di lokasi tersebut, siswa dapat melihat secara langsung layanan maupun inovasi yang dikembangkan. Hasil observasi kemudian diolah menjadi karya jurnalistik.

Peserta cukup berkontribusi Rp500 ribu. Fasilitas yang diperoleh meliputi sertifikat, publikasi karya tulis, koran, snack, dan makan siang.

Latih Kemampuan Berpikir Kritis

Kegiatan Jurnalis Camp juga sejalan dengan semangat Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti melalui Gerakan Literasi Sekolah “Bahasa Penumbuh Budi Pekerti”.

Ketua MKKS SMP Negeri Kota Malang Agus Wahyudi SPd MPd mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Dia bahkan merekomendasikan sekolah untuk memanfaatkan kegiatan jurnalistik sebagai salah satu ruang pengembangan kemampuan siswa.

“Banyak manfaat yang bisa diraih siswa jika belajar jurnalistik. Di antaranya, melatih kemampuan berpikir kritis, menyusun informasi dengan jelas, dan meningkatkan keahlian komunikasi,” kata Agus.

Dengan praktik langsung, siswa diharapkan tidak sekadar mengenal jurnalistik sebagai kegiatan menulis berita. Lebih jauh, mereka belajar memilah informasi, melakukan observasi, berkomunikasi dengan narasumber, serta menyampaikan informasi secara jelas dan bertanggung jawab.

Editor : Aditya Novrian
jurnalistik pelajar Jurnalis Camp 2026 SMP Malang Raya jawa pos radar malang Literasi Siswa