D-ACT ECO, Inovasi UM Dorong Pembelajaran Ekonomi Lebih Interaktif

Aditya Novrian • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 13:37 WIB
D-ACT ECO, Inovasi UM Dorong Pembelajaran Ekonomi Lebih Interaktif
D-ACT ECO, Inovasi UM Dorong Pembelajaran Ekonomi Lebih Interaktif

MALANG, RADAR MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) mengembangkan D-ACT ECO (Deep Learning Adaptive Collaborative Technology for Economics), platform pembelajaran ekonomi berbasis digital yang dirancang untuk mendorong siswa lebih aktif mengeksplorasi materi. Teknologi tersebut memadukan pendekatan Deep Learning dan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK).

Dikembangkan pada Juli–Agustus 2026, D-ACT ECO menyasar kebutuhan pembelajaran ekonomi, khususnya di Madrasah Aliyah (MA). Pengembangan platform ini berangkat dari temuan bahwa teknologi digital sudah cukup banyak digunakan guru, tetapi pemanfaatannya masih didominasi media presentasi dan platform berbagi dokumen.

Teknologi Tak Sekadar Jadi Tempat Materi

Keterbatasan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran kolaboratif, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan asesmen digital menjadi salah satu alasan D-ACT ECO dikembangkan. Pola pembelajaran yang masih berpusat pada penyampaian materi guru juga dinilai belum sepenuhnya memberi ruang kepada siswa untuk mengeksplorasi konsep ekonomi secara mandiri.

Karena itu, D-ACT ECO dirancang bukan sekadar sebagai tempat menyimpan materi digital. Platform tersebut menggabungkan materi, aktivitas pembelajaran, diskusi, penugasan, asesmen, hingga refleksi dalam satu ekosistem.

“D-ACT ECO dikembangkan sebagai ekosistem pembelajaran ekonomi digital yang memadukan teknologi, pedagogi, dan substansi materi,” demikian konsep yang diusung dalam pengembangan platform tersebut.

Website ini memiliki sejumlah fitur, di antaranya Problem-Based Learning, HOTS Assessment, Digital Reflection, materi dan video pembelajaran, LKPD digital, forum diskusi, kuis dan evaluasi, Project Based Assignment, Learning Analytics, serta Teacher Dashboard.

Melalui fitur tersebut, siswa diarahkan untuk mengeksplorasi persoalan ekonomi, berdiskusi, mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, mengerjakan proyek, hingga merefleksikan proses pembelajaran.

Guru Ikut Menguji dan Menyempurnakan Platform

Pengembangan D-ACT ECO menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation.

Pada tahap awal, tim melakukan observasi dan wawancara bersama MGMP Ekonomi MA Provinsi Jawa Timur. Analisis tersebut digunakan untuk memetakan persoalan pembelajaran, kesiapan teknologi, serta kebutuhan guru dan siswa.

Pengujian kemudian melibatkan guru yang tergabung dalam MGMP Ekonomi MA Kabupaten Kediri dan MGMP Ekonomi MA Blitar. Guru memberikan masukan mengenai kemudahan penggunaan, tampilan website, kesesuaian materi, hingga peluang penerapannya dalam pembelajaran.

Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki fitur dan konten. Keterlibatan guru juga diperlukan agar platform yang dikembangkan tidak berhenti pada konsep teknologi, tetapi sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas.

Pada tahap Development, prototipe D-ACT ECO juga telah melalui validasi ahli media pembelajaran, ahli materi ekonomi, dan ahli TPACK. Validasi mencakup antarmuka, navigasi, kemudahan penggunaan, kualitas materi, capaian pembelajaran, penerapan Deep Learning, serta integrasi TPACK.

Hasil validasi menunjukkan seluruh aspek memperoleh nilai Aiken’s V di atas 0,80 sehingga website dikategorikan sangat valid. Meski demikian, sejumlah penyempurnaan masih dilakukan, seperti penyederhanaan navigasi, penambahan kasus ekonomi kontekstual, peningkatan kualitas infografik, optimalisasi tampilan perangkat bergerak, serta penyempurnaan asesmen berbasis HOTS.

Deep Learning Dipadukan dengan TPACK

Salah satu kekuatan D-ACT ECO terletak pada perpaduan pendekatan Deep Learning dan TPACK. Pembelajaran mendalam diterapkan melalui tiga prinsip, yakni Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning.

Meaningful Learning mengarahkan siswa menghubungkan konsep ekonomi dengan pengalaman dan persoalan yang mereka temui. Mindful Learning menekankan proses eksplorasi, pemahaman, serta refleksi. Sementara Joyful Learning diarahkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik tanpa mengurangi kedalaman materi.

Ketiganya dipadukan dengan Content Knowledge, Pedagogical Knowledge, dan Technological Knowledge dalam kerangka TPACK. Dengan pola tersebut, penggunaan teknologi tetap berkaitan dengan strategi pembelajaran dan substansi ekonomi.

Materi juga diarahkan pada persoalan kehidupan nyata. Siswa tidak hanya mempelajari definisi atau teori, tetapi diajak melakukan eksplorasi masalah, investigasi, kolaborasi, refleksi, hingga menerapkan pengetahuan untuk memahami fenomena sosial dan ekonomi di sekitar mereka.

Pengembangan D-ACT ECO Berlanjut

Asesmen menjadi bagian lain yang diperkuat melalui D-ACT ECO. Fitur Quiz and Evaluation dirancang agar siswa tidak berhenti pada kemampuan mengingat materi, tetapi juga menganalisis informasi, menyusun argumentasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan berdasarkan konteks.

Pengembangan platform tersebut juga dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Kolaborasi dengan komunitas MGMP sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran ekonomi.

Hasil pengujian di Kabupaten Kediri dan Blitar selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan berikutnya. Sejumlah fitur yang berpotensi ditambahkan meliputi Artificial Intelligence (AI), rekomendasi pembelajaran personal, bank soal adaptif, gamifikasi, serta dashboard analytics yang lebih komprehensif.

Melalui pengembangan berkelanjutan dan kolaborasi dengan guru ekonomi, D-ACT ECO diharapkan dapat diterapkan lebih luas sebagai salah satu inovasi pembelajaran ekonomi berbasis digital yang menempatkan teknologi sebagai bagian dari proses belajar, bukan sekadar alat penyampaian materi. (AW)

Editor : Aditya Novrian
D-ACT ECO pembelajaran ekonomi digital TPACK Universitas Negeri Malang Deep Learning