
MALANG — Perpustakaan MI Raden Bagus terus memperkuat posisinya sebagai pusat literasi yang inspiratif dan adaptif di Kabupaten Malang. Perpustakaan madrasah ibtidaiyah berakreditasi A ini hadir sebagai ruang belajar yang mendukung tumbuh kembang seluruh warga madrasah.
Kepala MI Raden Bagus, Mochamad Imron,S.Pd menegaskan pentingnya peran perpustakaan sebagai pilar utama kegiatan belajar-mengajar di madrasah.
"Perpustakaan merupakan sarana dan prasarana yang menjadi jantung kesuksesan pembelajaran, sehingga keberadaannya harus dapat berfungsi secara optimal. Perpustakaan juga sangat membantu siswa baru dalam proses transisi dari jenjang TK ke MI, khususnya mendampingi mereka yang belum bisa membaca, berhitung, maupun beradaptasi dengan lingkungan sekitar," ujar Mochamad Imron.

Tidak hanya sebatas ruang baca, perpustakaan ini juga difungsikan sebagai wadah eksplorasi untuk mengembangkan berbagai jenis kecerdasan dan potensi siswa secara menyeluruh. Mulai dari kecerdasan linguistik melalui membaca dan menulis, kecerdasan spasial-visual lewat seni animasi dan komik, hingga kecerdasan kinestetik dan interpersonal melalui seni peran serta kegiatan kolaboratif. Keberadaan perpustakaan menjadi ruang inklusif di mana setiap anak dapat menemukan dan mengasah minat serta bakat uniknya masing-masing.
Guna menunjang kenyamanan serta integrasi teknologi, perpustakaan ini telah dilengkapi berbagai sarana dan prasarana modern. Di antaranya modernisasi sistem absensi pengunjung berbasis komputer, ketersediaan Smart TV, serta fasilitas tablet yang dapat dimanfaatkan siswa untuk mengakses bahan bacaan digital.

Keunggulan lain dari Perpustakaan MI Raden Bagus adalah kepemilikan 12 program unggulan literasi yang merangsang budaya baca, tulis, dan kreativitas siswa. Beberapa di antaranya meliputi LICA, LITA, LILIS, LIPO, LILING, GUMALI, GALAKSI, GIMIK, JELI, hingga Move On.
Bahkan, terdapat dua program inovasi terbaru yang dinamis, yaitu KASANDRA (Kisah Klasik Sandiwara Drama) yang telah berjalan satu tahun untuk mengenalkan sastra klasik lewat pementasan drama, serta SerASi (Serial Animasi yang Mengedukasi) yang berjalan selama enam bulan berkolaborasi dengan Guru TIK dalam pembelajaran animasi 2D dan 3D.
Konsistensi literasi tersebut terbukti dari capaian menerbitkan tiga buku karya siswa, guru, dan tenaga kependidikan dalam tiga tahun berturut-turut, yakni Pena Raden Bagus, KENAPA, dan buku komik GIMIK. Selain itu, agenda tahunan terbesar yang rutin dinantikan warga madrasah adalah peringatan Bulan Bahasa sebagai ajang unjuk bakat dan kreativitas.
Berbagai inovasi tersebut tidak hanya diterapkan di dalam lingkungan internal. Dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan Nasional yang jatuh pada 14 September 2026, Perpustakaan MI Raden Bagus mewujudkannya melalui aksi nyata keluar madrasah.
Pihak madrasah menggelar program kunjungan perpustakaan ke MI Siti Fatimah Turen. Kegiatan tersebut diisi dengan aksi sosial penyerahan donasi buku bacaan serta program LILING (Literasi Keliling).
Aksi berbagi dan jejaring literasi ini menjadi bukti nyata komitmen Perpustakaan MI Raden Bagus dalam menularkan semangat membaca serta meluaskan dampak positif bagi madrasah dan masyarakat di sekitarnya.
Editor : Aditya Novrian