MALANG, RADAR MALANG – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) kembali memperkuat kerja sama akademik dengan Kyoto University, Jepang. Upaya tersebut ditandai dengan kuliah tamu bertajuk “Sustainable and Inclusive City: Integrating Infrastructure, Walkability, and Mobility Management” pada Kamis (10/9).
Kegiatan dibuka Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia FTUB, Ir. Ismu Rini Dwi Ari, M.T., Ph.D., yang mewakili Dekan FTUB Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng.
Dalam kesempatan tersebut, Ismu menyampaikan bahwa hubungan akademik FTUB dengan Engineering Faculty/Graduate School of Engineering Kyoto University telah terjalin sejak 2008. Kerja sama kemudian berkembang melalui berbagai program, seperti pertukaran mahasiswa Sakura Program, penelitian bersama, Dosen Berkarya (Dokar), serta program 3in1.
“Kesempatan ini terasa lebih bermakna karena Profesor Matsushima juga merupakan salah satu pembimbing saya selama menempuh studi doktoral di Universitas Kyoto. Oleh karena itu, menyambut beliau hari ini bukan hanya sebuah kehormatan bagi institusi, melainkan juga momen pribadi yang sangat istimewa,” ungkap Ismu.
Kuliah tamu tersebut menghadirkan Prof. Kakuya Matsushima dari Disaster Prevention Research Institute (DPRI) Kyoto University. Kehadirannya menjadi momentum untuk kembali membangun komunikasi akademik sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama kedua institusi.
Ketua Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) FTUB, Dr. Eng. I Nyoman Suluh Wijaya, S.T., M.T., mengatakan hubungan UB dan Kyoto University memiliki fondasi yang kuat. Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal untuk mengaktifkan kembali berbagai program kolaborasi.
“Kami sangat berharap kegiatan ini akan terus berlanjut, akan ada research collaboration, akan ada teaching collaboration, kemudian ada mungkin juga exchange student baik dari UB ke Kyoto ataupun dari Kyoto ke UB,” ujarnya.
Menurut Nyoman, kerja sama ke depan tidak hanya menyasar kolaborasi antardosen dan institusi, tetapi juga memberikan ruang lebih besar bagi mahasiswa. Pertukaran mahasiswa dinilai dapat memperluas pengalaman, pengetahuan, dan jejaring internasional.
Departemen PWK FTUB pun membidik pengembangan kembali kolaborasi penelitian, pembelajaran bersama, dan program student exchange. Sebelumnya, mahasiswa UB telah mengikuti sejumlah kegiatan di Kyoto University, sementara mahasiswa dari Kyoto juga pernah berkunjung ke UB.
Kerja sama dengan Kyoto University juga dinilai dapat memperluas jejaring internasional PWK FTUB. Terlebih, dalam beberapa waktu terakhir mahasiswa internasional yang datang ke PWK UB lebih banyak berasal dari kawasan Eropa.
Selain memperkuat hubungan akademik, kegiatan tersebut mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Ke depan, kerja sama diharapkan tidak berhenti pada kuliah tamu, tetapi berlanjut pada riset bersama, kolaborasi pembelajaran, dan mobilitas mahasiswa antara UB dan Kyoto University. (aw/drn)
Editor : Aditya Novrian