Dari Bangku Kuliah hingga Doktor, Saudari Kembar Ini Berbagi Gagasan Pendidikan

Indra Andi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:16 WIB
Saudari kembar Dr. Durinda Puspasari, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Durinta Puspasari, S.Pd., M.Pd. berhasil menyelesaikan Program Doktor Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang (UM)
Saudari kembar Dr. Durinda Puspasari, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Durinta Puspasari, S.Pd., M.Pd. berhasil menyelesaikan Program Doktor Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang (UM)

 

MALANG – Saudari kembar Dr. Durinda Puspasari, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Durinta Puspasari, S.Pd., M.Pd. berhasil menyelesaikan Program Doktor Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Malang (UM), Senin (22/6/2026).

Keduanya meraih gelar doktor melalui penelitian yang berbeda, namun sama-sama berkaitan dengan tantangan pendidikan dan kewirausahaan di era digital. Durinda meneliti perilaku belajar mahasiswa, sedangkan Durinta mengkaji intensi berwirausaha mahasiswa.

Lahir dan besar di Malang, perjalanan pendidikan keduanya nyaris identik. Mereka sama-sama menempuh S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran dan S2 Pendidikan Ekonomi, sebelum melanjutkan studi doktor di UM. Kini, keduanya mengabdi sebagai dosen Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Bagi keduanya, studi doktor merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sebagai pendidik dan peneliti. Mereka memilih UM karena dinilai memiliki lingkungan akademik yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan.

“FEB UM merupakan kampus dengan pendidikan yang baik di Kota Malang. Lingkungan akademiknya sangat suportif dengan kapabilitas akademik yang tinggi sehingga membantu kami mengembangkan ilmu pengetahuan,” ungkap mereka.

Menempuh studi doktor secara bersamaan bukan tanpa tantangan. Keduanya harus membagi waktu antara kuliah, penelitian, penyusunan disertasi, aktivitas mengajar, serta tanggung jawab personal. Untuk mengatasinya, mereka menyusun prioritas dan timeline kerja secara terstruktur.

Hubungan sebagai saudari kembar juga menjadi sumber dukungan selama menjalani studi. Keduanya saling berdiskusi, bertukar gagasan, memberikan masukan, dan menyemangati satu sama lain meski memiliki tema penelitian berbeda.

“Kami merasa memiliki teman sekaligus saudara yang dapat saling berbagi dan berdiskusi terkait perkuliahan maupun disertasi yang sedang dikerjakan. Meskipun tema penelitian berbeda, kami bisa saling memberikan masukan dan dukungan,” tutur mereka.

Dalam penelitiannya, Durinda mengembangkan model yang menjelaskan perilaku belajar mahasiswa di era digital melalui empat faktor utama, yakni pengaruh sosial, literasi digital, motivasi belajar, dan self-efficacy. Penelitian tersebut memadukan aspek sosial, psikologis, dan digital untuk memahami perilaku belajar mahasiswa.

Sementara itu, Durinta mengkaji intensi berwirausaha mahasiswa dengan mengintegrasikan faktor kemampuan kewirausahaan, kepercayaan diri, sikap, lingkungan keluarga, dan literasi digital. Penelitiannya menempatkan literasi digital sebagai variabel mediasi dalam pembentukan intensi berwirausaha.

Hasil penelitian tersebut mendorong penguatan pendidikan kewirausahaan melalui pendekatan yang lebih praktis, seperti project-based learning, inkubasi bisnis mahasiswa, serta pemanfaatan platform digital.

Bagi Durinda dan Durinta, gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan akademik. Keduanya ingin terus berkontribusi melalui penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Menempuh studi pada Program Doktor Pendidikan Ekonomi UM bukan hanya tentang meraih gelar akademik tertinggi, tetapi juga membangun visi besar untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat. Kesuksesan sejati bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada sesama,” pesan keduanya.

Kisah saudari kembar tersebut menunjukkan bahwa ketekunan dan kolaborasi dapat menjadi kekuatan dalam menempuh pendidikan tinggi. Riset yang mereka hasilkan juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan dan kewirausahaan yang adaptif di era digital. (aw)

Editor : Indra Andi
Universitas Negeri Malang (UM) program doktor