UMM–SCU Jepang Masuk Dekade Kedua, Kembangkan Kopi Batu ke Pasar Global

Indra Andi • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 15:04 WIB
Kerja sama ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghubungkan pendidikan, riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui jejaring internasional
Kerja sama ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghubungkan pendidikan, riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui jejaring internasional

 

MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Shimonoseki City University (SCU), Jepang, memasuki dekade kedua kerja sama internasional. Kolaborasi yang sebelumnya berfokus pada hubungan akademik kini diarahkan pada pengembangan Kopi Link untuk membuka akses kopi Kota Batu ke pasar Jepang dan global.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UMM dan Entre Brew Co., Ltd., Sabtu (12/9).

Kerja sama UMM dan SCU telah berlangsung selama sekitar 10 tahun. Memasuki fase berikutnya, kedua perguruan tinggi mendorong kolaborasi yang lebih berdampak bagi masyarakat, khususnya melalui pengembangan komoditas pertanian dan keterlibatan mahasiswa.

Pada September ini, tim SCU dan Entre Brew turun langsung ke Kota Batu. Mereka melakukan survei petani, mengunjungi lokasi pengolahan kopi dan kedai kopi, berdiskusi dengan tim riset UMM, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kopi dari hulu hingga rencana pemasaran ke Jepang.

Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., mengatakan kerja sama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan UMM dan SCU sekaligus membuka ruang pembelajaran bagi mahasiswa.

“Bagi UMM semuanya adalah kebutuhan untuk terus belajar, mengembangkan bakat-bakat dari mahasiswa kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan kopi dapat diperluas menjadi inkubasi ekonomi, produksi, dan kreativitas pertanian sehingga manfaatnya tidak berhenti pada satu komoditas.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UMM dan Entre Brew Co., Ltd.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UMM dan Entre Brew Co., Ltd.

Wakil Rektor IV UMM Muhammad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., mengatakan pengembangan ekosistem kopi membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, kelompok tani, dan dunia usaha.

Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat melibatkan berbagai bidang di UMM, mulai dari Fakultas Pertanian dan Peternakan, ekonomi, teknik, hingga unit bisnis. UMM juga mendorong pengembangan Center of Excellence (CoE) perkopian yang mengkaji ekosistem kopi secara menyeluruh, mulai dari produksi hingga bisnis.

Dari pihak SCU, Prof. Shinji Okazaki berharap kerja sama dengan UMM menghasilkan manfaat yang semakin konkret bagi masyarakat.

“Jika 10 tahun pertama adalah masa untuk membangun hubungan dan saling memahami, maka 10 tahun selanjutnya harus menjadi masa untuk menghasilkan dan mengakumulasi hasil-hasil kecil secara nyata langkah demi langkah,” jelasnya.

Sementara itu, CEO Entre Brew Co., Ltd. Ikkei Ando mengatakan Kopi Link tidak hanya berorientasi pada penjualan. Program tersebut dirancang untuk membangun koneksi antara petani kopi di Batu, UMM, dan konsumen di Jepang.

Dukungan juga datang dari Pemkot Batu. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Hendry Suseno, S.P., M.M., menilai kerja sama tersebut berpotensi membuka akses ekspor sekaligus meningkatkan perekonomian petani.

Ke depan, kolaborasi UMM, SCU, Entre Brew, pemerintah daerah, dan petani diharapkan tidak hanya berkembang pada komoditas kopi, tetapi juga merambah berbagai produk unggulan Kota Batu. Kerja sama ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghubungkan pendidikan, riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui jejaring internasional. (aw)

Editor : Indra Andi
Shimonoseki City University pasar global universitas muhammadiyah malang