Fernanda mengungkapkan, semula dirinya tidak memiliki cara yang terlalu istimewa dalam menempih perkuliahan. Namun sejak awal kuliah, Fernanda sudah membuat rencana untuk setiap semester.
"Jadi prinsip saya 'ngalir ajalah', tapi saya juga memiliki target dan tahu apa yang ingin saya capai setiap tahapnya," tegas Fernanda.
Untuk mencapai target, Fernanda memiliki sejumlah kebiasaan. Mulai dari mengulang materi perkuliahan dari dosen, menyusun rangkuman dengan bahasa yang mudah dipahami, hingga belajar jauh-jauh hari untuk ujian.
Sejumlah kebiasan itu dilakukan agar pengetahuan tidak hilang begitu saja dan lebih memahami materi yang diberikan.
Selanjutnya pada semester 1 dan semester 2, Fernanda fokus pada akademik. Di samping akademik, Fernanda mengembangkan bakat desain. Bakat itu yang mengantarkannya dalam berbagai perlombaan poster.
"Lomba poster yang pernah saya ikuti di UGM, UB, Poltekkes Palu, Poltekkes Malang, dan kampus-kampus lainnya," beber Fernanda.
Salah satu yamg pernah diraih adalah juara 1 dalam perlombaan poster di Poltekkes Kemenkes Malang.
Baca Juga: Kebidanan Poltekkes kemenkes Malang Dorong Percepatan Penurunan Stunting
Kemudian memasuki semester 3 karena sudah ada banyak praktik dan tugas klinik, Fernanda menyesuaikan kembali prioritas. Kegiatan di luar akademik dikurangi. Dia juga mengejar cita-cita untuk bisa bekerja di Jepang. Salah satunya dengan belajar Bahasa Jepang.
"Jadi saya mengembangkan diri tanpa mengabaikan tanggung jawab utama sebagai mahasiswa," tegas Fernanda.
Yakni dengan menata fokus pada setiap semester. Ada saat di mana Fernanda mengejar prestasi. Ada saatnya fokus dengan akademik dan praktik.
Kemudian pada semester akhir, Fernanda menggarap penelitian dengan topik HIV/AIDS pada remaja di Trenggalek. Dia tertarik mengangkat topik itu karena menurutnya HIV/AIDS masih memiliki urgensi.
Dapat diketahui juga bahwa HIV/AIDS masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang serius. Baik secara global maupun nasional.
"Karena itu, pengetahuan soal HIV/AIDS menjadi salah satu hal yang penting untuk diperkuat sejak remaja," tuturnya.
Berkat perjuangan yang dilakukan, Fernanda mencatatkan IPK tertinggi. Dia pun berpesan kepada para mahasiswa yang masih menempuh perkuliahan. Yakni agar mampu membagi waktu, mengenali cara belajar yang sesuai, punya target, dan berkembang menjadi versi terbaik masing-masing. (mel)
Editor : Aditya Novrian