BANTUR – Nasib SDN 01 Srigonco, Kecamatan Bantur patut menjadi perhatian. Bangunan belum diperbaiki sejak bangunan dipapras, kini peminat ikut menyusut. Dalam Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2026, sekolah tersebut hanya mendapatkan 17 siswa baru. Menyusut dibanding tahun sebelumnya, 21 siswa.
Penurunan peminat terjadi ketika kondisi salah satu bangunan belum diperbaiki. Bangunan sekolah dipapras lantaran terimbas proyek pelebaran Jalan Gondanglegi-Balekambang. Pihak sekolah berharap segera ada perbaikan dari pemerintah.
“Semoga segera ada realisasi (perbaikan), karena berpengaruh terhadap keamanan anak-anak. Tidak ada pagar, lalu anak-anak mau main juga takut kejatuhan apa-apa,” ujar kepala SDN 01 Srigonco Kuma'iyah, kemarin (17/9).
Dia menjelaskan, satu kelas terdampak pemaprasan. Oleh karena itu, pembelajaran siswa kelas IV terpaksa dialihkan ke ruang laboratorium. Jika tidak mendapatkan ruang kelas baru, pihaknya khawatir kualitas puluhan siswa di kelas tersebut merosot.
”Jumlah siswa yang belajar di ruangan (laboratorium) tersebut sekitar 22 hingga 23 anak,” katanya.
Kuma'iyah memaparkan, bagian bangunan yang terdampak berukuran sekitar 4 x 8 meter. “Ya nganggur, karena sangat membahayakan nanti kalau sampai ada genteng yang jatuh,” katanya.
Sebelumnya, pihak sekolah mendapat informasi dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang bahwa bangunan tersebut akan ditangani pada akhir Agustus atau awal September ini. Namun hingga pertengahan September ini, belum ada realisasi maupun informasi lanjutan terkait perbaikan.
Kuma'iyah berharap persoalan tersebut segera ditangani agar kondisi sekolah lebih aman. Dengan begitu, lanjutnya, aktivitas siswa maupun proses penerimaan peserta didik baru ke depan tidak kembali terdampak.(ram/dan)
Editor : Mahmudan