MALANG KOTA – Kisah inspiratif mewarnai prosesi Wisuda Periode IV Universitas Brawijaya (UB) di Gedung Samantha Krida, Minggu (20/9). Dua wisudawan sukses menyandang gelar terbaik melalui proses kreatif dan konsistensi. Mereka melakukan penelitian yang menginspirasi.
Bagi Rachel Nasha Aziza SPsi ilmu Psikologi bukan sekadar sarana untuk memahami orang lain. melainkan kunci dalam mempelajari dinamika manusia. Komitmennya mendalami bidang ini mengantarkan mahasiswi Prodi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB itu meraih predikat sebagai Wisudawan Terbaik dengan IPK 3.95.
Selama perkuliahan, dia berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan seperti roleplay sebagai konselor maupun konseling, social experiment, intervensi psikologi, serta berbagai praktik lainnya. Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami bagaimana ilmu Psikologi diterapkan dalam kehidupan.
Hubungan antara Perfeksionisme dan Academic Burnout pada Mahasiswa Tingkat Akhir jadi judul skripsi yang dikerjakannya. Ide tersebut berangkat dari fenomena di lingkungan sekitar.
Hasil penelitiannya menunjukkan perfeksionisme memang berhubungan dengan burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir. Itu karena ada standar tinggi terhadap diri sendiri, orang lain. Dan, standar yang harus dipenuhi berasal dari orang lain, yang paling kuat. ”Hubungannya dengan burnout akademik adalah standar yang berasal dari ekspektasi orang lain,” papar Rachel.
Sementara itu, Sisilya Tadzkia Amaradien SSi lulusan Prodi Biologi FSTeM UB menghadirkan riset pakan organik berbahan lokal untuk lele dumbo. Penelitian memanfaatkan jagung organik, bekatul, tepung tapioka,air kelapa, tepung ikan cair, dan kangkung sebagai alternatif pakan budi daya.
Riset yang dilakukan selama Januari–Maret 2026 di Balai Benih Ikan Trenggalek menunjukkan formulasi pakan organic memiliki potensi meningkatkan pertumbuhan ikan dan efisiensi pakan, meski masih memerlukan penelitian lanjutan sebelum diterapkan secara luas.
”Secara umum, semua ikan mengalami pertumbuhan. Secara deskriptif, pemberian formulasi pakan organik menunjukkan tren performa yang baik,” katanya. Mencatatkan pertambahan panjang mutlak tertinggi pada jantan dan betina. Pertambahan berat jantan tertinggi, serta konversi pakan (FCR) terbaik. (llk/gp)
Editor : Aditya Novrian