MALANG KOTA, RADAR MALANG — Memasuki usia ke-18, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) menempatkan integritas dan dampak nyata sebagai fondasi dalam memperkuat reputasi global. Hal tersebut menjadi pesan utama Dies Natalis ke-18 FKH UB yang digelar Jumat (4/9) di Gedung B FKH UB.
Mengusung tema “Integrity and Impact for Strengthening Global Reputation”, momentum tersebut sekaligus ditandai dengan peluncuran ULT-New Face dan Clinical Skill Hub. Kedua fasilitas itu disiapkan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat keterampilan klinis mahasiswa calon dokter hewan.
Dekan FKH UB drh. Dyah Ayu Oktavianie A.P., M.Biotech., AP.Vet. menegaskan, reputasi institusi tidak cukup diukur dari seberapa luas sebuah perguruan tinggi dikenal.
“Reputasi bukan semata-mata tentang bagaimana dan seberapa luas institusi kita dikenal, tetapi tentang nilai yang kita pegang, kualitas yang kita jaga, dan dampak yang mampu kita berikan,” ujarnya.
Bagi FKH UB, prinsip tersebut diterapkan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola hingga pelayanan. Setiap capaian akademik diarahkan agar tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi juga memberi manfaat bagi kesehatan hewan, kesehatan masyarakat dan kesejahteraan hewan.
Integritas Diterapkan dalam Tata Kelola
Komitmen terhadap integritas diterjemahkan melalui sistem tata kelola di lingkungan fakultas. Pada 23 Februari 2026, FKH UB kembali mencanangkan Zona Integritas yang ditandai dengan penandatanganan pakta integritas oleh pimpinan, ketua unit kerja dan kepala laboratorium.
Implementasinya juga mencakup sosialisasi benturan kepentingan dan mekanisme Whistle Blowing System (WBS). FKH UB menargetkan tata kelola menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Mahasiswa turut dilibatkan dalam proses tersebut. Kanal FKH Care dan UB Care disiapkan sebagai ruang bagi sivitas akademika untuk menyampaikan umpan balik dan mendorong perbaikan layanan.
Integritas juga diterapkan dalam proses akademik. Dalam pelaksanaan Ujian Semester, FKH UB menggunakan sistem BRONE yang terintegrasi dengan Safe Exam Browser (SEB). Sistem tersebut membatasi akses peserta terhadap aplikasi lain selama ujian sehingga proses evaluasi dapat berlangsung lebih terkontrol dan mengedepankan kejujuran akademik.
Standar Internasional Jadi Bagian Penjaminan Mutu
Di bidang penjaminan mutu, FKH UB telah mengantongi akreditasi internasional ASIIN untuk dua program studi, yakni Sarjana Pendidikan Dokter Hewan dan Pendidikan Profesi Dokter Hewan. Keduanya juga sebelumnya telah memperoleh akreditasi nasional Unggul.
Berdasarkan basis data European Quality Assurance Register for Higher Education (EQAR), keputusan positif akreditasi ASIIN untuk program Bachelor of Veterinary Medicine dan Professional Education of Veterinary Medicine ditetapkan pada 27 Juni 2025 dan berlaku hingga 30 September 2030.
FKH UB kini kembali mempersiapkan proses reakreditasi LAM-PTKes untuk mempertahankan predikat Unggul.
Internasionalisasi juga diperkuat melalui berbagai aktivitas akademik. Pada April 2026, FKH UB menggelar Summer Course 2026 yang mengangkat bidang reproduksi, bioteknologi dan konservasi satwa. Kegiatan tersebut diikuti 21 peserta, termasuk mahasiswa dari Mariano Marcos State University dan Nueva Vizcaya State University, Filipina.
Jejaring akademik internasional juga diperluas melalui program Adjunct Professor 2026 dengan menghadirkan profesor dari sejumlah perguruan tinggi di Amerika, Eropa, India, Malaysia dan Thailand. Dalam catatan FKH UB, jejaring kerja sama internasional telah mencakup sekitar 20 perguruan tinggi mitra dari 12 negara di lima benua.
Kolaborasi tersebut dikembangkan melalui berbagai program, mulai dari International Undergraduate Program, konferensi One Health, pertukaran mahasiswa, magang dosen hingga riset bersama.
Dampak Diperluas ke Masyarakat
Bagi FKH UB, reputasi global juga perlu tercermin dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Salah satu bentuknya terlihat melalui pendampingan kesehatan ternak.
Pada 2025, FKH UB bekerja sama dengan Koperasi Agro Niaga Jabung menyalurkan 500 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kepada peternak sapi di Malang Raya. Sebanyak 92 mahasiswa dilibatkan dalam program vaksinasi utama dan booster tersebut.
Sejak 2025, FKH UB juga mendampingi peternak sapi perah di Dusun Brau, Desa Gunung Sari, Kecamatan Batu, melalui program Lactofa Empowerment dari YDSF. Pendampingan mencakup kesehatan ternak, peningkatan kapasitas peternak melalui edukasi dan riset terapan serta pengembangan produksi susu.
Kolaborasi tersebut turut mengantarkan YDSF meraih penghargaan dalam Indonesia’s SDGs Action Awards dari Bappenas pada 2025.
Pada Juni 2026, tim FKH UB kembali memberikan edukasi kepada peternak sapi perah mengenai pencegahan bovine tuberculosis dan Johne’s disease. Pendekatan tersebut menghubungkan kesehatan ternak, produktivitas peternakan dan kesehatan masyarakat dalam kerangka One Health.
Jangkauan pengabdian juga diperluas melalui pelayanan pemeriksaan hewan dan daging kurban. Menjelang Idul Adha, sebanyak 916 mahasiswa serta 65 dosen dan tenaga kependidikan FKH UB diterjunkan ke Malang Raya dan sejumlah wilayah lain.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan proses pembelajaran di kampus dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, tema “Integrity and Impact for Strengthening Global Reputation” tidak hanya menjadi tema peringatan Dies Natalis ke-18, tetapi diterjemahkan melalui tata kelola, pendidikan, pengembangan jejaring internasional dan pengabdian yang menyentuh persoalan kesehatan hewan serta masyarakat.
Penulis: drh. Dyah Ayu Oktavianie AP., M,.Biotech., AP. Vet (Dekan FKH UB)