Disdikbud Segera Perbaikan Dua  Bangunan Sekolah yang Terbakar

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 14:30 WIB
RUSAK: Petugas Polsek Kedungkandang meninjau lokasi setelah kebakaran di Perpustakaan SMPN 7 Kota Malang. Menurut saksi kejadian kebakaran terjadi sekitar pukul 11.50.
RUSAK: Petugas Polsek Kedungkandang meninjau lokasi setelah kebakaran di Perpustakaan SMPN 7 Kota Malang. Menurut saksi kejadian kebakaran terjadi sekitar pukul 11.50.

 MALANG KOTA -RADAR MALANG- Kebakaran yang melanda dua lembaga pendidikan segera mendapatkan penanganan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang memastikan anggaran pemeliharaan sudah disiapkan. Diperkirakan sekitar Rp 100 juta.

 Untuk diketahui, dua sekolah yang mengalami kebakaran adalah SMPN 7 Malang di Kelurahan Bumiayu, Kedungkandang. Serta SDN 1 Cemorokandang 1, di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang. Kebakaran itu terjadi pada Minggu lalu (20/9).

 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana menyampaikan, kejadian kebakaran di dua lokasi disebabkan hal yang berbeda. Di SDN Cemorokandang 1 diduga karena warga membakar tumpukan sampah setelah melalui kerja bakti.

 Sedangkan pada SMPN 7 Malang disebabkan korsleting arus listrik. Untungnya, api tidak meluas sehingga kerugian material tidak terlalu banyak. ”SDN Cemorokandang kerugian sekitar Rp 5 juta, sementara SMPN 7 sekitar Rp 100 juta,” ujarnya.

 Jana memastikan, untuk perbaikan ruangan yang terbakar, tidak perlu mengusulkan anggaran. Perbaikan area toilet SDN Cemorokandang 1 yang terbakar bakal menggunakan BOSnas. Sedangkan untuk SMPN 7, akan dibiayai anggaran perbaikan sekolah di Disdikbud.

”Anggaran yang seharusnya digunakan sekolah lain, kami akan pindahkan untuk SMPN 7 Malang. Karena di situ lebih mendesak,” tandas pria kelahiran Bantul itu. Total anggaran yang nantinya dialokasikan Disdikbud sekitar Rp 100 juta sampai Rp 105 juta.

 Kepala UPT Damkar Kota Malang Pandu Rizki Darmawan menuturkan, penanganan api pada dua lokasi tersebut berbeda. Untuk di SDN Cemorokandang 1, penanganan membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Sedangkan untuk SMPN Malang butuh waktu satu jam.

 Di tengah cuaca panas dan terik, Damkar mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam membakar sampah. Harus dipastikan bara api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. ”Ketika cuaca panas, api yang terkena angin bisa membuat kebakaran. Karena merembet ke bangunan sekitar,” jelasnya. (adk/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Sekolah Terbakar Disdikbud Malang