
MALANG – Komitmen sekolah mengantarkan lulusannya menuju panggung internasional terus diperkuat. Terbaru, sinergi antara Japan Association for Construction Human Resources (JAC) dengan SMKN 6 Malang, menggelar sosialisasi program Specified Skilled Worker (SSW) atau Pekerja Berkeahlian Khusus untuk industri konstruksi Jepang. Kegiatan strategis ini diikuti oleh 201 siswa dari berbagai jurusan potensial, mulai dari Pemodelan Perangkat Lunak dan Desain Bangunan (PBIJ), Teknik Konstruksi di Bawah Tanah dan Logistik (KITL), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), hingga Teknik Alat Berat (TAG).

JAC, yang merupakan sebuah organisasi resmi yang diakui oleh Pemerintah Jepang, memberikan sosialisasi perihal profesi Konstruksi yang menjanjikan di Jepang. JAC memiliki peran krusial dalam melindungi hak-hak serta memberikan advokasi bagi pekerja asing berkeahlian khusus di sektor konstruksi. Menariknya, JAC juga menyediakan layanan konsultasi khusus dalam Bahasa Indonesia untuk mempermudah para pekerja selama merajut karier di Negeri Sakura.

Hubungan antara SMKN 6 Malang dan pihak JAC sebenarnya bukan hal baru. Kedua belah pihak telah lama bersinergi dan menjalin kerja sama erat. Pada gelombang ebelumnya, tercatat sudah ada 20 alumni SMKN 6 Malang yang sukses dikirim dan bekerja di Jepang.
"Pengalaman Mas Mana pastinya sangat berharga dan kami harapkan dapat memotivasi anak didik kami untuk berkembang menjadi lebih baik." tambah dari kepala sekolah Wingonggo Among Anggono., S.Pd., M.Pd., C.Ht.
Pihak penyelenggara rutin mengadakan sosialisasi di sekolah ini karena melihat kualitas, kedisiplinan, dan kesiapan mental siswa SMKN 6 Malang yang dinilai sangat memenuhi standar industri global.

Cerita sukses (success story) juga dihadirkan untuk memotivasi para siswa. Salah satunya datang dari Cecep Wirahmana, atau yang akrab disapa Mana. Pria berusia 35 tahun asal Majalengka, Jawa Barat. "Di Jepang lingkungannya sangat bersih. Budaya kedisiplinannya luar biasa, tata krama sangat diutamakan, dan masyarakatnya saling menghargai satu sama lain," ungkap Mana membagikan pengalamannya.
Mana ini telah bekerja sebagai Perakit Baja Tulangan di perusahaan Nidzuma Kougyou Co., Ltd. sejak tahun 2015 lalu.Mana menceritakan bahwa langkahnya ke Jepang bermula dari informasi berharga yang ia dapatkan dari seniornya. Selama lebih dari satu dekade tinggal di sana, ia mengaku sangat terkesan dengan lingkungan Jepang. Melalui sinergi yang terus bergulir ini, SMKN 6 Malang optimistis dapat terus mencetak generasi muda berdaya saing tinggi yang siap mengisi kebutuhan tenaga kerja ahli di sektor konstruksi modern Jepang.

Dalam pemaparannya, tim JAC mengupas tuntas profil industri konstruksi Jepang yang dikenal memiliki sederet keunggulan utama. Di antaranya adalah teknik konstruksi yang luar biasa serta penerapan teknologi tinggi yang membuat bangunan di Jepang sangat tahan terhadap bencana alam. Selain itu, budaya kerja di sana sangat terstruktur, dimulai dari komunikasi intensif saat apel pagi, hingga jaminan keselamatan kerja dan pendidikan profesi yang berkesinambungan. Dari sisi kesejahteraan, para pekerja juga dimanjakan dengan sistem gaji bulanan yang sangat stabil serta perlindungan asuransi yang lengkap.Terkait kriteria khusus, JAC menekankan bahwa program ini terbuka bagi siswa yang memiliki komitmen tinggi, kemauan belajar yang kuat, serta kemampuan bahasa Jepang dasar dan keahlian teknik yang sesuai dengan bidang konstruksi yang diminati.
Editor : Aditya Novrian