MALANG KOTA - Karena belum memiliki bangunan permanen, dua Sekolah Rakyat (SR) di Kota Malang melakukan sejumlah penyesuaian.
Jenjang SMA tetap menerima puluhan siswa baru yang kemudian dititipkan ke Sekolah Rakyat lainnya. Sementara jenjang SMP tidak membuka penerimaan siswa baru.
Di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 22 Kota Malang, puluhan siswa baru yang sekarang duduk di kelas 10 dititipkan di Sekolah Rakyat permanen di Kota Blitar. Jumlah yang dititipkan mencapai 60 pelajar.
Langkah penitipan dilakukan karena SRMA 22 Kota Malang masih ditempatkan di bangunan milik Pemprov Jatim. Kapasitas sekolah saat ini hanya mampu menampung 75 pelajar.
”Kalau yang di SRMA 22 sekarang ada sebanyak 63 pelajar,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SRMA 22 Kota Malang Hilwa Uchti Millinia.
Artinya sudah ada 12 siswa yang keluar sejak SRMA 22 Kota Malang mulai beroperasi pada 14 Juli 2025 lalu. Penyebab pengunduran diri mereka bermacam-macam. Mulai dari kesulitan adaptasi, kesehatan, hingga rindu terhadap rumah (homesick).
Hilwa melanjutkan, sebanyak 63 siswa yang masih berada di Kota Malang kini tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. ”Sejak kelas 11, tepatnya semester ganjil, mereka mulai masuk kelas berdasar penjurusan,” sambung dia.
Berbeda dengan penjurusan di SMA reguler yang dibagi menjadi dua kelas, di SRMA 22 penjurusan terbagi menjadi tiga kelas. ”Meliputi kelas sains, kelas sosial, dan kelas humaniora. Setiap kelas diisi 23 pelajar,” terang Hilwa.
Semula, para siswa cenderung memiliki peminatan ke pelajaran sosial dan humaniora. Namun karena berbagai pertimbangan, pihak sekolah mengarahkan penjurusan sesuai dengan nilai hingga minat-bakat siswa-siswi.
Lewat penjurusan, para siswa jadi lebih fokus dalam pembelajaran. ”Alhamdulillah seluruh siswa sudah mulai menyesuaikan diri. Ada yang berminat mengikuti lomba sesuai bidangnya juga,” tegas Hilwa.
Di samping penjurusan, para siswa juga akan mempersiapkan diri untuk ujian. Ada persiapan tes kompetensi akademik (TKA) dan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK). (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra