Tersisa 11 Kuota, SRMP 16 Kota Malang Menunggu Tambahan Siswa dari Pusat

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 15:09 WIB
TUNGGU INSTRUKSI: Para pelajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang menunjukkan bingkisan didapat dari Kemensos RI, beberapa waktu lalu. (SRMP 16 FOR RADAR MALANG)
TUNGGU INSTRUKSI: Para pelajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang menunjukkan bingkisan didapat dari Kemensos RI, beberapa waktu lalu. (SRMP 16 FOR RADAR MALANG)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Meski jumlah siswa belum mencapai kuota maksimal, pembelajaran di Sekolah Menengah Rakyat Pertama (SRMP) 16 Kota Malang terus berlanjut.

Sudah dilakukan beberapa penyesuaian terkait program ekstrakurikuler. Selain itu juga ada tambahan kegiatan di luar jam sekolah. 

Kepala SRMP 16 Kota Malang Rida Afrilyasanti menuturkan, saat ini masa pembelajaran masuk tahun kedua. Seluruh pelajar kini memasuki kelas dua SMP. Jumlah pelajarnya mencapai 89 orang dari kuota maksimal 100 orang. 

”Sejak ajaran baru 2026 siswa yang masih bertahan di SRMP ada 89 orang,” tutur Rida. Selama dua tahun pembelajaran, banyak siswa keluar-masuk karena beberapa alasan. Ada yang belum terbiasa tinggal jauh dari orang tua.

Ada juga yang merasa tidak sanggup mengikuti aturan di asrama. Seperti bangun pagi, salat berjamaah, hidup mandiri, dan disiplin. 

Selain itu ada orang yang menginginkan anaknya pindah sekolah, contohnya ke pondok pesantren. Dengan adanya 11 kuota tersisa, SRMP 16 saat ini hanya bisa menunggu rekrutmen yang dilakukan pemerintah.

”Kami dilarang seleksi atau merekrut siswa. Itu dilakukan pemerintah daerah dan berkoordinasi dengan pusat,” jelas Rida. 

Dia menekankan, kekurangan pelajar tidak memengaruhi proses pembelajaran. Aktivitas SRMP 16 Kota Malang tetap berjalan seperti biasa. Siswa mendapatkan pembelajaran reguler dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di luar jam pembelajaran.

”Karena tahun kedua siswa sudah beradaptasi dengan lingkungan asrama, kini tidak perlu pembinaan khusus,” terangnya.

Terkait ekstrakurikuler, pihaknya sudah melakukan sejumlah penyesuaian. Ada beberapa ekstrakurikuler baru sesuai dengan potensi dan minat bakat siswa. 

Contohnya ekstrakurikuler catur dan paduan suara. Kegiatan mengaji juga ditambah. Sebab, sekolah tersebut mendapat tambahan guru pengajar dari Organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama (NU). Ada juga aktivitas baru di luar pembelajaran yang dilakukan siswa, yaitu organisasi atau klub.

Rida mengatakan, sementara ini ada dua klub yang difasilitasi pihak sekolah. Yakni klub koding atau pemrograman dan klub public speaking.

Pihak sekolah bekerja sama dengan tutor dari pihak eksternal untuk memfasilitasi hal itu. ”Kalau ekstrakurikuler itu wajib dan nanti masuk di nilai rapor. Kalau klub ini tidak wajib, itu untuk mengisi waktu luang siswa agar lebih bermanfaat,” pungkasnya. (adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
srmp 16 kota malang pelajar sekolah rakyat sekolah rakyat kota malang Sekolah Rakyat