Astragraphia Bangun Ekosistem UMKM, Libatkan Siswa SMK untuk Perkuat Branding

Darmono • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 12:35 WIB
Rizki Dewanti Corporate Communication PT Astra Graphia, 
Wulan Dwi  Damayanti CSR division head PT Sarinah, Wisnu A Purnomo SME development unit PT Sarinah, Dian Purnomo koordinator RB kabupaten malang  berfoto bersama peserta kelas ASIK.
Rizki Dewanti Corporate Communication PT Astra Graphia, Wulan Dwi Damayanti CSR division head PT Sarinah, Wisnu A Purnomo SME development unit PT Sarinah, Dian Purnomo koordinator RB kabupaten malang berfoto bersama peserta kelas ASIK.

KEPANJEN – PT Astra Graphia Tbk (Astragraphia) berkolaborasi dengan Sekolah Wirausaha Aisyiah untuk memberikan pendampingan dan penguatan kapasitas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang.

 Program pendampingan tersebut resmi dilaksanakan mulai Sabtu lalu (26/9) di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Sebanyak 50 pelaku UMKM mengikuti program yang akan berlangsung selama empat bulan, mulai September hingga Desember 2026.

 Program ini tidak hanya memberikan pelatihan mengenai pengembangan usaha, tetapi juga dirancang untuk membangun sebuah ekosistem yang mempertemukan pelaku UMKM dengan generasi muda yang memiliki keterampilan di bidang desain dan pemasaran digital.

 Dept. Head of Corporate Communications PT Astra Graphia Tbk, Andhita Putri Ayuni, mengatakan Astragraphia ingin membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung antara pelaku UMKM dan siswa sekolah binaan.

 “Kami sedang membangun ekosistem ekonomi yang mempertemukan pelaku UMKM, dalam hal ini anggota Sekolah Wirausaha Aisyiah, dengan siswa SMK 1 Muhammadiyah,” ujar Andhita.

 Dalam program tersebut, para siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen yang merupakan binaan Astragraphia akan terlibat secara langsung dalam membantu pelaku UMKM memperkuat identitas dan pemasaran produk mereka. Siswa akan membantu membuat desain kemasan atau packaging yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing usaha. Desain tersebut selanjutnya akan dicetak menjadi kemasan produk UMKM melalui customer Astragraphia atau print shop yang menggunakan printer produksi Fujifilm.

Wisnu A Purnomo SME development unit PT Sarinah menjelaskan tentang digital marketing (Foto Darmono/Radar Malang)
Wisnu A Purnomo SME development unit PT Sarinah menjelaskan tentang digital marketing (Foto Darmono/Radar Malang)

 Dengan pola tersebut, program tidak berhenti pada pelatihan, tetapi juga mempertemukan kebutuhan UMKM dengan kemampuan siswa SMK. Pelaku usaha mendapatkan dukungan untuk meningkatkan branding dan kemasan, sementara siswa memperoleh pengalaman mengerjakan kebutuhan desain secara nyata.

 Selain aspek branding, peserta juga mendapatkan materi mengenai pemasaran digital. Salah satunya pemanfaatan Google Maps agar lokasi usaha lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.

 Andhita berharap pendampingan yang dilakukan selama empat bulan tersebut dapat membantu para pelaku UMKM mengembangkan usaha secara lebih optimal.

 “Para siswa yang merupakan binaan Astragraphia akan membantu para pelaku UMKM untuk membranding diri dan memaksimalkan pemasaran produk secara digital. Harapannya usaha-usaha mereka bisa jauh lebih berkembang,” katanya.

 Salah satu peserta, Tarmiatun, 62, yang menjalankan usaha salon, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari program tersebut. Selama ini, ia menyadari masih banyak hal mengenai pemasaran yang belum diketahuinya.

“Manfaat bimbingan ini dapat ilmu banyak. Ada marketing digital, seperti pasang alamat di  Google Maps. Alhamdulillah dengan ini kita bisa lebih maju untuk ke depannya,” ujar Tarmiatun.

 Menurutnya, pelatihan tersebut juga mendorong pelaku usaha untuk lebih berani menunjukkan keunggulan produk maupun jasa yang mereka miliki kepada masyarakat.

 Peserta lainnya, Fitria Ningsih, 47, yang menjalankan jasa pijat urut, juga berharap pendampingan tersebut dapat memperluas jangkauan konsumennya. Selama ini, pemasaran jasa pijat yang dijalankannya masih mengandalkan rekomendasi dari mulut ke mulut. Ia berharap pemanfaatan pemasaran digital dapat membuat masyarakat lebih mudah mengetahui keberadaan usahanya, termasuk informasi mengenai layanan dan jam operasional.

“Saya marketing (memasarkan) baru dari mulut ke mulut. Saya ingin konsumen lebih tahu tentang jasa dan jam buka usaha pijat yang saya jalankan,” tutur Fitria.(mon)

Editor : Mahmudan
Astragraphia UMKM MAlang SMK Malang