Di Malang, 884 Siswa SMA/SMK Tak Ikut TKA, Terhalang Masuk Kampus Jalur Prestasi?

Nabila Amelia • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 16:26 WIB
Ilustrasi pelajar saat mengikuti pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). (Foto: Kemendikdasmen RI)
Ilustrasi pelajar saat mengikuti pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). (Foto: Kemendikdasmen RI)

 

MALANG KOTA – Sebanyak 884 siswa SMA/SMK se-Kota Malang tak mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Terdiri atas 120 siswa SMA dan 764 siswa SMK. Itu diketahui berdasar lama resmi TKA milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Sementara yang mendaftar TKA mencapai 18.382 siswa. Pendaftaran sudah ditutup sejak Minggu lalu (27/9). Sehingga yang tidak mendaftar dipastikan tidak bisa mengikuti tes.

”Semua bebas mendaftar, sesuai bakat dan minat. Kalau siswa mau kerja ya tidak kami paksa mengikuti TKA," ujar Kepala Seksi SMA dan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kota Malang dan Kota Batu Asrofi kemarin (28/9).

Pihaknya memastikan tidak membuka perpanjangan pendaftaran. Pendaftaran hanya dibuka sejak 27 Juli sampai 27 September. Setelah pendaftaran ditutup, lanjutnya, para siswa akan mengikuti persiapan yang diselenggarakan dan dijadwalkan sekolah masing-masing.

Lalu ada simulasi yang berlangsung pada 21-27 September. Dilanjutkan geladi bersih pada 5-18 Oktober depan. Baru pelaksanaan TKA tanggal 26 Oktober sampai 29 November.

”Sembari menunggu TKA, sekolah memberikan pelajaran tambahan untuk mata pelajaran utama maupun pilihan," kata Asrofi.

Pemberian pelajaran tambahan ada yang sudah berlangsung sejak awal semester.

Untuk mekanisme pelaksanaan TKA tahun ini hampir sama dengan tahun lalu. Ada yang dilakukan semi-online dan online.

"Setiap sekolah berbeda-beda, tergantung server. Kalau tidak memungkinkan ya bisa semi-online," tutur dia.

Sementara untuk materi yang diujikan terdiri atas 3 mata pelajaran utama. Yakni matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Di samping itu, ada 2 mata pelajaran pilihan. Total ada 69 mata pelajaran yang disediakan. Meliputi 19 pilihan akademik dan 50 pilihan vokasi untuk SMK.

Salah satu sekolah yang mengikuti TKA adalah SMAN 4 Kota Malang. Kepala SMA Negeri 4 Kota Malang Hari Wahjono menyampaikan bahwa seluruh siswa kelas 12 di sekolahnya mengikuti TKA.

"Jumlahnya ada 354 siswa," sebut Hari.

Hari memang meminta seluruh siswanya mengikuti TKA. Sebab tahun lalu, lanjutnya, salah satu persyaratan bagi siswa eligible untuk mendaftar SNBP adalah memiliki nilai TKA. Bahkan kampus lain seperti Universitas Pertahanan (Unhan) juga mewajibkan siswa memiliki nilai TKA.

Hari melanjutkan, untuk pelaksanaan TKA, pihaknya memilih gelombang 2. Yakni pada 2-5 November depan. "Kami sengaja tidak memilih gelombang 1 karena pelaksanaannya di awal. Jadi kami ingin antisipasi agar pelaksanaannya lebih siap," tegasnya.

Terkait persiapan, Hari mengaku sudah mempersiapkan siswanya jauh hari. Salah satunya melalui pemberian pelajaran tambahan seusai pulang sekolah. Hal itu dilakukan agar siswanya lebih siap. Apalagi pada 2026, pelaksanaan TKA bersamaan dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

"Kami menguatkan anak-anak, terutama untuk mata pelajaran yang berkaitan dengan numerasi," tutur Hari.

Sebab hasil TKA pada 2025 lalu untuk mata pelajaran yang berkaitan dengan numerasi tergolong rendah. Bahkan dalam rata-rata nasional di angka 30-an.

Terkait dengan nilai TKA untuk persyaratan mendaftar ke perguruan tinggi, belum semua kampus menerapkan. Salah satunya adalah Universitas Brawijaya (UB). Wakil Rektor I Bidang Akademik UB Prof Dr Imam Santoso MP mengungkapkan, sejauh ini belum ada informasi dari panitia pusat untuk tahun depan.

"Masih belum ada pembahasan. Pada penerimaan 2026, kami juga tidak menggunakan nilai TKA sebagai pertimbangan, sesuai arahan panitia pusat," ungkapnya.(mel/dan)

Editor : Mahmudan
Malang TKA Tes Kemampuan Akademik Pendidikan Malang