FKH UB Lantik 76 Dokter Hewan Baru, Perkuat Peran Veteriner Hadapi Tantangan One Health

Aditya Novrian • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 18:03 WIB
FKH UB Lantik 76 Dokter Hewan Baru, Perkuat Peran Veteriner Hadapi Tantangan One Health
FKH UB Lantik 76 Dokter Hewan Baru, Perkuat Peran Veteriner Hadapi Tantangan One Health

MALANG – Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) melantik dan mengambil sumpah 76 dokter hewan baru pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Hewan Periode ke-23 Tahun Akademik 2025/2026 di Malang, Senin (29/9/2026).

Pelantikan tersebut menandai babak baru bagi para lulusan setelah menyelesaikan rangkaian pendidikan, mulai dari jenjang sarjana hingga Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan. Seluruh dokter hewan baru yang dilantik juga telah dinyatakan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Hewan (UKMPPDH) yang meliputi Computer Based Test (CBT) dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Pada pelaksanaan uji kompetensi tersebut, mahasiswa FKH UB berhasil mencatatkan prestasi dengan meraih nilai tertinggi di tingkat nasional.

Mengangkat tema *“Resurgence”* atau kebangkitan, pelantikan tahun ini membawa pesan agar dokter hewan baru tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga integritas, profesionalisme, serta kesiapan menghadapi perubahan dan tantangan dunia veteriner.

Dihadiri Berbagai Unsur Profesi dan Pemangku Kepentingan

Pelantikan dan pengambilan sumpah dokter hewan tersebut turut dihadiri berbagai kalangan yang mewakili unsur perguruan tinggi, regulator profesi veteriner, organisasi profesi, mitra kerja, alumni, hingga keluarga para dokter hewan baru.

Sejumlah tamu yang hadir antara lain *Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc.; Ketua Konsil Veteriner Indonesia (KVI) Prof. drh. Teguh Budipitojo, M.P., Ph.D.; Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) drh. Andi Wijanarko, M.M.; serta Sekretaris PDHI Cabang Jawa Timur II drh. Dodik Prasetyo, M.Vet.

FKH UB Lantik 76 Dokter Hewan Baru, Perkuat Peran Veteriner Hadapi Tantangan One Health
FKH UB Lantik 76 Dokter Hewan Baru, Perkuat Peran Veteriner Hadapi Tantangan One Health

 

Hadir pula para dekan dan ketua program studi Fakultas Kedokteran Hewan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI), pimpinan instansi, perwakilan klinik hewan dan perusahaan di bidang kedokteran hewan serta peternakan yang menjadi mitra FKH UB, perwakilan alumni, dosen dan tenaga kependidikan, serta orang tua dan keluarga dokter hewan baru.

Prosesi pengambilan sumpah dipimpin oleh *Prof. Dr. Aulanni’am, drh., DES. sebagai Pejabat Pengambil Sumpah. Kegiatan juga dihadiri Ketua Senat Akademik FKH UB Prof. Dr. Dra. Med. Vet. Herawati, M.P., jajaran pimpinan fakultas, ketua departemen dan program studi, serta unsur Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Brawijaya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, regulator, organisasi profesi, dunia kerja, alumni, dan masyarakat dalam menyiapkan dokter hewan yang kompeten serta mampu menjawab kebutuhan sektor veteriner di Indonesia.

Dokter Hewan Punya Peran Strategis dalam One Health

Dekan FKH UB, drh. Dyah Ayu Oktavianie A.P., M.Biotech., APVet., menekankan bahwa peran dokter hewan saat ini semakin luas. Dokter hewan tidak hanya bertanggung jawab terhadap kesehatan hewan, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam perlindungan kesehatan masyarakat, pengendalian zoonosis, ketahanan pangan, kesejahteraan hewan, serta penerapan konsep **One Health* yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

“Profesi dokter hewan tidak lagi dibatasi pada upaya menjaga kesehatan hewan semata, melainkan turut diperluas cakupannya hingga pada pelaksanaan prinsip One Health, yang mengintegrasikan aspek kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan secara menyeluruh,” sebagaimana disampaikan dalam sambutan Dekan FKH UB.

Perubahan iklim, kemunculan penyakit zoonosis, resistensi antimikroba (antimicrobial resistance), kebutuhan ketahanan pangan berkelanjutan, digitalisasi teknologi veteriner, hingga meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan menjadi sejumlah tantangan yang akan dihadapi dokter hewan saat ini dan masa mendatang.

Karena itu, para dokter hewan baru didorong untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi veteriner. Profesionalisme dan etika profesi juga menjadi bagian penting dalam menjalankan kewenangan veteriner di tengah perubahan kebutuhan masyarakat.

Perkembangan profesi veteriner Indonesia juga memasuki fase baru setelah diresmikannya Konsil Veteriner Indonesia (KVI) pada Juni 2026. Dalam sambutan pelantikan disebutkan bahwa keberadaan KVI diharapkan memperkuat sistem registrasi nasional, standar kompetensi, serta pengembangan profesional berkelanjutan bagi dokter hewan.

FKH UB Telah Luluskan Sekitar 1.645 Dokter Hewan

Hingga periode ke-23, FKH UB mencatat telah meluluskan sekitar 1.645 dokter hewan dari berbagai daerah di Indonesia. Para alumni telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, akademik, penelitian, industri, hingga institusi pertahanan. Sebagian alumni juga melanjutkan pendidikan melalui berbagai program beasiswa di perguruan tinggi di luar negeri.

Keberadaan jejaring alumni tersebut menjadi bagian dari kontribusi FKH UB dalam penyediaan sumber daya manusia veteriner yang dibutuhkan untuk menjawab berbagai persoalan kesehatan hewan dan masyarakat.

FKH UB juga berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan standar kompetensi lulusan, memperkuat penelitian yang relevan dengan perkembangan kedokteran hewan presisi, serta mendorong pengakuan internasional agar lulusan memiliki daya saing global.

Pelaksanaan pendidikan dokter hewan tersebut turut didukung berbagai pemangku kepentingan, antara lain Universitas Brawijaya, AFKHI, PB PDHI, KVI, pemerintah daerah, Balai Karantina, klinik hewan, serta berbagai mitra di bidang veteriner dan peternakan.

Melalui pelantikan ini, 76 dokter hewan baru FKH UB diharapkan membawa semangat Resurgence dalam menjalankan profesi dengan mengedepankan kompetensi, etika, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dukung Pencapaian SDGs

Pelantikan dan pendidikan dokter hewan ini juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Peran dokter hewan dalam pengendalian zoonosis, resistensi antimikroba, keamanan pangan, serta penerapan *One Health mendukung SDG 3: Good Health and Well-being.

Pendidikan dan pengembangan kompetensi dokter hewan berkaitan dengan *SDG 4: Quality Education, sedangkan kontribusi profesi veteriner terhadap kesehatan ternak, keamanan pangan, dan sistem pangan berkelanjutan berkaitan dengan SDG 2: Zero Hunger.

Sementara itu, keterlibatan perguruan tinggi, KVI, organisasi profesi, pemerintah, dunia usaha, fasilitas pelayanan kesehatan hewan, alumni, dan berbagai mitra mencerminkan SDG 17: Partnerships for the Goals, khususnya dalam membangun kolaborasi untuk memperkuat pendidikan dan profesi veteriner di Indonesia.

 

Editor : Aditya Novrian
FKHUB UniversitasBrawijaya DokterHewan