KEPANJEN - Pembangunan gedung dua fakultas Universitas Brawijaya (UB) di Kepanjen segera rampung. Lokasinya di Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen. Pembangunan dilaksanakan di lahan seluas 30 hektare.
Seperti diberitakan, pembangunan mulai berlangsung sejak 9 Maret lalu. Diperkirakan tahun depan sudah rampung. Mulanya lahan tersebut milik Pemkab Malang, kemudian dipindahtangankan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Bupati Malang HM Sanusi mengatakan bahwa pembangunan kampus tersebut sudah menyentuh angka 60 persen.
“Perkiraan tahun depan rampung. Berdasar pertemuan terakhir dengan Rektor UB, sudah terima 3 ribu mahasiswa,” kata dia.
Ia menambahkan, bahwa di UB Kepanjen akan digunakan untuk perkuliahan dua fakultas. Yakni Vokasi dan Pertambangan. Keduanya bakal memulai perkuliahan perdananya di Kepanjen. Tapi diperkirakan Vokasi yang bakal lebih dulu melakukan kegiatan belajar mengajar di sana.
Lalu bagaimana dengan tempat tinggal mahasiswa yang rumahnya jauh? Sanusi menyebut, selain gedung perkuliahan dibangun 5 lantai tersebut, juga akan dibangun Rusun Sederhana Sewa (Rusunawa). “Rencananya bisa menampung 2 ribu mahasiswa,” ucap dia.
“Itu tanahnya punya desa. Dalam setahun nanti akan disewa, kemudian menjadi aset desa setelahnya,” tambah politisi PDI Perjuangan itu.
Nantinya, katanya, proses penghunian kamar dalam rusunawa itu adalah kos. Rumah kos itulah yang kemudian menjadi pendapatan dari desa. Namun bagi yang tidak kebagian Rusunawa, bisa menikmati di kos warga sekitar. “Jumlahnya ada dua ribu perkiraan. Nanti warga bisa membuka kos-kosan,” tandas Sanusi.(biy/dan)
Editor : Mahmudan