MALANG KOTA – 70 siswa SMP/MTs se-Malang Raya antuasis mengikuti Journalist Camp 2026, kemarin (29/9). Kegiatan ini merupakan kerjasama Jawa Pos Radar Malang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, dan Dinas Pendidikan Kota Batu.
Journalist Camp, merupakan pilot project perdana, untuk peningkatan literasi siswa di bidang jurnalistik yang selaras dengan Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015. Acara dibuka dengan edukasi penggunaan Artificial Intelligence (AI) oleh Business Community Support Telkom AI Cenyer Malang Annisa Ulkhairiyah.
Total ada 70 siswa SMP/MTs se-Malang Raya yang berpartisipasi dan terbagi menjadi 35 kelompok. Diantaranya, untuk Kota Malang ada SMPN 1 Malang, SMPN 2 Malang, SMPN 6 Malang, SMPN 7 Malang, SMPN 9 Malang, SMPN 11 Malang, SMPN 12 Malang, SMPN 13 Malang, SMPN 26 Malang, SMPN 27 Malang, SMPN 30 Malang, MTsN 1 Malang, MTsN 2 Malang, SMP Katolik Kolase Santo Yusuf 2, SMP Kristen Petra, dan SMP Muhammadiyah 2.
Sedangkan, Kabupaten Malang ada SMPN 1 Turen, SMPN 2 Turen, SMPN 1 Tumpang, SMPN 1 Singosari, SMPN 2 Dampit, SMPN 2 Sumberpucung, SMPN 4 Kepanjen, MTsN 1 Malang, MTsN 6 Malang, dan MTs Terpadu Ar Roihan Lawang. Terakhir, dari Kota Batu ada SMPN 2 Batu, SMPN 3 Batu, dan SMPN 4 Batu.
Dilanjutkan materi jurnalistik yang disampaikan Redaktur Senior Jawa Pos Radar Malang Mahmudan. Para perserta diajak menulis berita dengan mudah dan belajar menjadi wartawan. Setelah itu, peserta terjun ke Alun Alun Kota Malang untuk observasi narasumber dan praktik menjadi wartawan secara langsung.
Mereka dibagi jadi 4 kelompok untuk melakukan wawancara kepada kelompok parkir, kelompok Pedagang Kaki Lima (PKL), kelompok playground, dan kelompok air mancur. Para siswa diminta gunakan pertanyaan 5W+1H dan membuat berita dari data yang didapatkan.
Terakhir, peserta Journalist Camp 2026 berkunjung ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang. Di sana peserta mendapatkan materi ekonomi digital dan transformasi pembayaran digital Indonesia. "Kami berharap, edukasi sejak dini untuk siswa SMP/MTs bisa menyelarasakan program transformasi digital Nasional. Guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan," kata Asisten Manajer Unit Implementasi Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (UIKSPPUR) Ilyas Khoirudin.(bes/gp)
Editor : Aditya NovrianSumber : Radar Malang