MALANG KOTA - Moderasi beragama menjadi nilai yang ditekankan kepada seluruh siswa SMPN 7 Kota Malang. Tujuannya membangun lingkungan pendidikan yang inklusif, serta menghargai keberagaman agama di kalangan peserta didik.
Bagian Standar Pengelolaan SMPN 7 Kota Malang Denok Purwaningsih menyampaikan, siswa di sekolahnya terbagi dalam empat agama. Yaitu Islam, Kristen Katolik, dan Budha. "Tahun lalu ada yang beragama Hindu tapi sudah lulus. Sekarang tinggal siswa yang Budha," ujarnya.
Tak hanya menekankan keberagaman agama pada siswanya. SMPN 7 Kota Malang juga memastikan seluruh kegiatan ibadah terfasilitasi dengan baik. Hal itu membuat sekolah tersebut terpilih sebagai Role Model Sekolah Moderasi Beragama jenjang SMP tingkat Kota Malang.
"Ada program sekolah moderasi beragama dari Kementerian Agama (Kemenag) setiap tahun. Tahun ini kami mewakili untuk penilaian provinsi," jelas Denok.
Dia menjelaskan, predikat itu diraih bukan tanpa sebab. Salah satunya yang dilakukan adalah SMPN 7 Kota Malang adalah menyediakan guru agama untuk seluruh siswa.
"Meskipun siswa Budha hanya satu, kami tetap menyediakan guru agama. Siswa tersebut juga bisa beribadah di tempat yang sudah disediakan," tuturnya. Hal itu, lanjut Denok juga dilakukan kepada agama lain seperti Katolik dan Kristen.
"Kami juga memberikan pembiasaan sesuai masing-masing agama. Contoh istighosah dan kami mendukung kegiatan seperti retreat untuk murid Kristen," ucap Denok.
Selain itu, pihak sekolah membentuk visi dan misi diintegrasikan dengan sembilan kata kunci toleransi. Pembelajaran dan ekstrakurikuler ikut menyelipkan pemahaman sikap toleransi.
"Istilahnya dengan sekolah moderasi beragama siswa mendapatkan penanaman karakter inklusif. Saling menghargai dan tidak bersikap diskrminatif terhadap agama lain," tandas Denok.
Dia menambahkan, penanaman nilai ini diyakini mengurangi potensi bullying. Karena seluruh siswa mendapatkan pemahaman tentang perbedaan dan menghormati perbedaan tersebut.
"Untuk sekolah ramah anak itu juga prioritas kami. Moderasi beragama lebih menguatkan," pungkasnya.(adk/dan)
Editor : Mahmudan