Rayakan Hari Batik Nasional, UNMER Malang Sulap Dedaunan Jadi Motif Batik

Indra Andi • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 15:07 WIB
Perayaan hari batik di UNMER Malang ajak generasi muda untuk melestarikan batik dengan cara membuat dari bahan alam yaitu daun, ranting dan bunga
Perayaan hari batik di UNMER Malang ajak generasi muda untuk melestarikan batik dengan cara membuat dari bahan alam yaitu daun, ranting dan bunga

 

MALANG – Dedaunan yang selama ini identik dengan penghijauan ternyata bisa disulap menjadi karya seni bernilai. Hal itu terlihat dalam workshop pembuatan batik berbahan alam yang digelar Universitas Merdeka (UNMER) Malang dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Jumat (2/10).

Sekitar 50 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung di lingkungan UNMER Malang tersebut. Peserta berasal dari sivitas akademika UNMER Malang serta guru dan siswa dari SMAN 1 Bululawang, SMAN 1 Malang, dan SMAN 1 Batu.

Suasana workshop berlangsung cukup interaktif. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai batik, tetapi juga langsung mencoba membuat motif menggunakan dedaunan dan bunga yang ada di sekitar.

Kegiatan tersebut dipandu tim Batik Hamparan Rintik, Fikrah Ryanda Saputra. Ia memperkenalkan teknik ecoprint dengan metode pounding. Teknik tersebut dilakukan dengan meletakkan daun atau bunga di atas kain, kemudian memukulnya menggunakan palu hingga pigmen warna alami dari tanaman berpindah ke permukaan kain.

 

Penjelasan materi mengenai batik oleh tim dari hamparan rintik, Fikrah Ryanda Saputra
Penjelasan materi mengenai batik oleh tim dari hamparan rintik, Fikrah Ryanda Saputra

 

“Salah satu teknik dalam membuat pola pada kain dapat menggunakan metode ecoprint yang ramah lingkungan. Yang kita lakukan sekarang menggunakan teknik pounding, yaitu membuat ecoprint dengan memukul-mukul daun atau bunga menggunakan palu di atas kain agar pigmen warna alaminya berpindah,” jelas Fikrah.

Bagi peserta, proses tersebut menjadi pengalaman baru. Mereka bebas memilih daun maupun bunga, kemudian menyusun bentuknya di atas kain sebelum memindahkan pola dan warna alaminya. Hasilnya, setiap kain memiliki motif yang berbeda sesuai dengan bentuk tanaman yang digunakan.

Menariknya, pemanfaatan bahan alam dalam kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan gerakan UNMER ASRI yang tengah dikembangkan UNMER Malang. Konsep tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penataan lingkungan kampus, tetapi juga melalui kegiatan yang mendorong sivitas akademika untuk mengenal dan memanfaatkan potensi alam secara kreatif.

Rektor UNMER Malang Dr. Prihat Assih, SE., M.Si., Ak., CSRS., mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengenalkan batik secara lebih dekat kepada generasi muda. Menurutnya, mengenal batik tidak cukup hanya dengan mengetahui hasil akhirnya, tetapi juga memahami proses, simbol, dan cerita yang ada di baliknya.

Sambutan Rektor UNMER Malang, Dr. Prihat Assih, SE., M.Si., Ak., CSRS.
Sambutan Rektor UNMER Malang, Dr. Prihat Assih, SE., M.Si., Ak., CSRS.

 

“Kita tidak hanya sekadar memiliki batik, tetapi juga perlu belajar bagaimana batik itu dibuat, apa simbolnya, dan cerita apa yang ada di baliknya. Kenapa hari ini kita memilih Batik Hamparan Rintik, karena ini sesuai dengan semangat UNMER ASRI,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai aktivitas memperingati Hari Batik Nasional. Namun, juga dapat menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap budaya sekaligus lingkungan.

“Mudah-mudahan apa yang kita pelajari hari ini bisa menjadi salah satu bentuk untuk ikut melestarikannya,” tambahnya.

Selain Rektor UNMER Malang, kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus YPTM Malang Kolonel (Purn) Supriyoso, S.IP., para Wakil Rektor, Dekan, serta Ketua BEM dan DPM Universitas maupun Fakultas.

Melalui kegiatan ini, UNMER Malang mencoba mempertemukan dua hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni alam dan budaya. Dedaunan yang tumbuh di sekitar tidak sekadar menjadi bagian dari lingkungan, tetapi juga bisa menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya batik yang memiliki nilai seni sekaligus pesan pelestarian lingkungan.

 

Editor : Indra Andi
Unmer Malang hari batik nasional motif batik