Wisudawan Terbaik UB Teliti Kandung Kemih dan Kuliah Sembari Beternak

Galih Prasetyo • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:57 WIB
Dokumentasi Universitas Brawijaya. Sumber: Pinterest.
Dokumentasi Universitas Brawijaya. Sumber: Pinterest.

MALANG KOTA - Universitas Brawijaya (UB) kembali menggelar prosesi wisuda di Gedung Samantha Krida pada Minggu (11/10). Dalam wisuda periode VI ini, diwarnai kisah-kisah inspiratif sejumlah mahasiswa menuntaskan studi. Ada yang melakukan inovasi sampai perjuangan kuliah. 

Salah satu wisudawan terbaik Ajeng Lintang Kinasih Suroso S. Ked. lulusan Fakultas Kedokteran (FK) dengan IPK 3,89 menuntaskan kuliah dengan skripsi berjudul Analisis Potensi Metode Deteksi Dini Kanker Kandung Kemih Berbasis Fluoresensi Carbon Dots dengan Spektrofluorometri.

Baca Juga: Wisudawan Terbaik UB Menginspirasi Lewat Penelitian Psikologi dan Pakan Lele

Di luar capaian akademik, wisudawan asal Cilacap itu juga dikenal aktif dan berprestasi di berbagai ajang kompetisi ilmiah. 

Topik kanker kandung kemih dipilih Ajeng, karena kasus kanker yang kian meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, penyakit ini bisa menyerang siapa saja, sehingga kesadaran masyarakat terhadap kanker masih perlu ditingkatkan.

Dalam praktik klinis, ia melihat skrining dan deteksi dini sering terhambat oleh ketersediaan sumber daya dan kompleksitas instrumen. Karena itu, ia tertarik mengembangkan sistem deteksi yang lebih sederhana namun tetap berkualitas, salah satunya lewat pendekatan carbon dots.

”Dengan harapan, hasil dari penelitian ini dapat menjembatani gap yang ada dalam ranah skrining kanker kandung kemih serta menjadi salah satu langkah awal dalam pemanfaatan carbon dots di dunia kesehatan,” jelasnya. 

Sementara itu, Mahasiswa UB Kediri Auria Nur Laila menyandang predikat wisudawan terbaik dengan IPK 3,94. Prestasi itu tidak dapat dengan mudah. Dia harus kuliah sembari sambil beternak kambing.

Mahasiswa program studi Peternakan PSDKU ini mengawali aktivitas harian dengan mengurus ternak sebelum berangkat ke kampus. ”Setelah subuh saya mengurus ternak di kandang sampai sekitar jam tujuh pagi, setelah itu baru berangkat kuliah,” kata dia. 

Baca Juga: Ini Terobosan Universitas Brawijaya Malang untuk Mengenalkan Batik lewat Game

Usaha itu, sebagai upaya tak ingin membebani orang tuanya yang bekerja sebagai penjual dawet keliling. Dia memberanikan diri mengumpulkan sisa uang saku untuk modal awal beternak kambing skala kecil.

”Saya nekat belajar memelihara kambing menggunakan tabungan yang ada. Niat awalnya memanfaatkan waktu luang dan belajar mandiri. Ternyata usaha ini berlanjut,” kata dia. 

Selama berada di kampus, Auria memanfaatkan waktu nya secara optimal untuk menyelesaikan laporan, menjadi asisten praktikum, hingga menyiapkan materi kompetisi. Saat kuliah, di tunjang beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).

 

 

Editor : Aditya N. Rian
Peternakan PSDKU UB universitas brawijaya wisudawan terbaik FKUB