”Api mulai menyebar pukul 13:10 WIB. Karena di sekitar lokasi banyak bahan yang mudah terbakar, seperti kertas kardus dan plastik-plastik, api membesar cukup cepat,” papar dia. Tujuh mobil Damkar yang diturunkan berasal dari Malang raya.
Rinciannya, empat unit dari Kabupaten Malang, dua unit dari Kota Malang, dan satu unit dari Kota Batu. Proses pemadaman memerlukan waktu kurang lebih satu jam. Mudahnya menemukan sumber air di sekitar lokasi cukup membantu petugas dalam memadamkan gudang berukuran 375 m2 tersebut.
Dari pantauan wartawan Jawa Pos Radar Malang di lokasi, dugaan titik awal kebakaran ada di sebelah pojok kanan gudang. Gudang tersebut dindingnya terbuat dari bata ringan, dan atapnya dari seng. Sekitar 10 menit api melahap bagian belakang dan tengah, si jago merah merembet ke lantai dua bagian depan.
Saat kebakaran terjadi, gudang milik warga Surabaya tersebut tengah dibuka, dan menjalankan aktivitas jual beli seperti biasa. Ada empat karyawan yang saat itu berada di sana. Yakni Kusmawan, Agus Ismu, Bagus, dan Maulana.
”Kami tahu (ada kebakaran) setelah ada teriakan dari lantai bawah. Saya langsung mengamankan barang-barang dari gudang yang bisa saya jangkau,” kata Agus Ismu, karyawan asal Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Keempat karyawan tersebut dibantu warga sekitar dan pengendara menyelamatkan barang-barang di gudang.
Hasilnya, beberapa freezer, dua laptop gudang, dan HP milik karyawan bisa terselamatkan. ”Ada dompet, BPKB motor, dan surat-surat yang tidak bisa terselamatkan,” tambah Agus. Beruntung, tidak ada korban jiwa dari kebakaran itu.
Untuk nominal kerugian, Marselia, pemilik gudang itu belum bisa mengestimasi secara detail. ”Kalau kerugian barang dagangan tidak sampai Rp 100 juta. Namun untuk bangunan yang sebagian rusak karena kebakaran, diperkirakan bisa lebih dari Rp 100 juta,” kata dia, yang datang dua jam setelah kebakaran. (rb3/by) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana