MALANG KOTA – Dua bocah dilaporkan hilang setelah bermain di aliran Sungai Brantas yang masuk lingkungan Gang Talas, RT 6/RW 5, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, kemarin (19/6).
Proses pencarian sempat dilakukan hingga pukul 19.30 tadi malam. Karena kondisi yang terlalu gelap dan berbahaya, pencarian dihentikan dan dilanjutkan hari ini.
Informasi yang diterima wartawan Jawa Pos Radar Malang di lokasi kejadian tadi malam, awalnya ada 8 anak yang bermain di aliran sungai tersebut pada pukul 10.00.
Semuanya merupakan murid sekolah dasar, mulai kelas 1 hingga kelas 4. Mereka adalah: Ragat Aditya, M. Rifky Satrio Wibowo, Riski Putra Wijayanto, Majid, Yani, Farel, Apin, dan Rama.
Saat ditemui di kediamannya, Ragat menceritakan bahwa mereka pergi ke sungai pagi hari setelah membuat janji sehari sebelumnya. Sebagian juga sudah menyiapkan baju untuk renang.
Ragat sendiri baru tiga kali ikut berenang di sungai itu. ”Dari delapan, yang turun enam, termasuk saya,” kata dia.
Ragat menambahkan, awalnya enam bocah yang terjun ke sungai hanya bermain hanyut-hanyutan. Kemudian dilanjutkan dengan tarik-tarikan pada pukul 10.15.
Semuanya saling berpegangan tangan. Posisi Rifky dan Putra cenderung ke tengah sungai. Sementara Apin, Rama, Ragat, dan Farel lebih ke tepi sungai.
Tiba-tiba masalah muncul. Putra yang pegangan tangan dengan Apin merasa kakinya kesakitan kena batu. ”Kemudian Putra teriak minta tangannya dilepaskan,” kata bocah berusia 10 tahun itu.
Posisi enam bocah itu akhirnya berpencar. Ragat, Rama, Apin, dan Farel berhasil ke pinggir sungai. Sedangkan Putra dan Rifky terbawa arus sungai.
Menurut Ragat, di posisi dua temannya yang terbawa arus itu, aliran air sempat membentuk pusaran. ”Saya sempat menolong Rama, adik saya,” ujar dia.
Empat bocah yang selamat itu langsung membuang baju renang ke sungai dan pulang ke rumah masing-masing. Mereka tidak langsung memberitahukan kejadian itu kepada orang tuanya.
Termasuk Ragat yang baru menceritakan kejadian itu ke ibunya, Siti Zubaidah, 56, pada pukul 16.30.
”Ragat akhirnya cerita soal hanyut itu. Dia mengatakan tidak berani menolong Putra karena saat itu sudah menjulur lidah,” ujar dia.
Wartawan Jawa Pos Radar Malang sempat ikut menuruni tebing menuju lokasi kejadian tadi malam. Kondisinya memang sangat gelap.
Hingga pukul 20.00, tim SAR hanya bisa mengecek arus sungai dan melakukan penyisiran di tepian. Tidak ada yang turun ke sungai karena terlalu berisiko. (biy/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana