Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jembatan Penghubung Malang dan Lumajang Terputus

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 8 Juli 2023 | 18:00 WIB

 

Jembatan Glidik II perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang hilang diterjang banjir kemarin.
Jembatan Glidik II perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang hilang diterjang banjir kemarin.

 

MALANG KABUPATEN - Hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan air di bawah Jembatan Kali Glidik II di Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Kebupaten Malang. Derasnya arus air bahkan memutus jembatan di Jalan Nasional III yang menjadi perbatasan Kabupaten Malang dengan Lumajang tersebut. 

Untuk sementara ini, tak ada lagi jalur kendaraan nyaman yang menghubungkan dua kabupaten di Jawa Timur itu. Khususnya dari Ampelgading menuju Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Memang ada jalan menuju Lumajang melalui Tempursari yang bisa diakses lewat Lebakharjo. Namun kondisinya licin dan berbahaya.

Putusnya jembatan itu banyak didokumentasikan warga sekitar. Mereka mengabarkan bahwa banjir di sungai itu sudah terjadi sejak pukul 06.00 pagi. Sedangkan jembatan dengan ketinggian sekitar dua kali tiang listrik itu ambruk pada pukul 14.00.

Ambruknya jembatan itu juga sudah lama dikhawatirkan warga. Fondasinya seperti sudah habis karena terkikis air. Selama ini, perbaikan jembatan yang sudah ada sejak 1970-an itu hanya dilakukan tambal sulam dengan memasang besi-besi penyangga.

Setelah jembatan ambruk kemarin, aliran air bercampur lumpur tampak masih sangat deras melintasi bekas jembatan. Sebagian pengguna motor yang hendak lewat terpaksa putar balik. 

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, laporan jembatan terputus itu dia terima pada pukul 14.30.  Hingga tadi malam tidak ada kabar adanya korban.

”Kami langsung berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk penanganan ke depan,” ujarnya. Dia juga memastikan bahwa proses perbaikan jembatan akan dilakukan oleh pemerintah pusat. Sebab, jembatan tersebut berada di jalan nasional yang menjadi wewenang pemerintah pusat.

Sebelum dilakukan perbaikan, otomatis akses yang di jembatan itu bakal ditutup. Namun BPBD tidak bisa memastikan jangka waktu penutupannya. Apalagi jembatan tersebut juga masuk ke wilayah administrasi Kabupaten Lumajang. ”Yang bisa memastikan waktunya ya Kementerian PUPR,” imbuhnya. 

Untuk sementara, yang bisa dilakukan Pemkab Malang hanya melakukan pengalihan arus lalu lintas menuju kawasan tersebut. Peringatan atau informasi bahkan sudah dipasang di Simpang Empat Dampit yang berjarak puluhan kilometer dari jembatan perbatasan Malang-Lumajang. 

Potensi Hujan Sepekan ke Depan

Cuaca mengalami anomali. Meski sedang musim kemarau, hujan turun hampir setiap hari. Kondisi itu diperkirakan terus berlangsung hingga sepekan ke depan. Atau hingga 13 Juli 2023.

Prediksi cuaca itu diungkapkan staf Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Malang Firda Amalia Maslakah kemarin (7/7). Menurutnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat berpotensi terjadi selama sepekan ke depan.

”Dari peringatan dini tiga harian, ada kemungkinan hujan turun pada pagi hari, siang sampai sore, bahkan dini hari,” terang Firda. Tak hanya di Kota Malang, tetapi juga daerah di sekitarnya seperti Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Firda menjelaskan, penyebab terjadinya hujan adalah adanya  gangguan di atmosfer. Berupa Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Equatorial Kelvin, dan gelombang Equatorial Rossby. Beberapa kondisi itu mengakibatkan potensi peningkatan pertumbuhan awan Cumulonimbus yang memicu cuaca ekstrem. Seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang sesaat.

”Kami mengimbau masyarakat untuk lebih mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya. (yun/fin/mel/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Lumajang #malang #jembatan