MALANG KABUPATEN – Proses pencarian dua pemburu biawak yang tenggelam di Bendungan Sutami, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung kembali dilanjutkan kemarin (10/7). Total 40 personel dikerahkan untuk menyisir bendungan yang memiliki kedalaman sekitar 100 meter itu. Hingga kemarin sore. Pencarian dilakukan mulai dari tepian hingga bagian tengah bendungan.
Jumlah pemburu biawak yang tenggelam pada Minggu siang (9/7) sebenarnya 3 orang. Satu berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya hilang. Dua orang yang hilang itu adalah Hartono, asal Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, dan Sugimin, warga Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari.
Kapolsek Sumberpucung AKP Lukman Hudin menjelaskan, dua orang itu awalnya bersama satu pencari biawak lain yang bernama Yudi, asal Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung. Mereka mencari biawak sejak pukul 09.00 dengan menyisir tepi bendungan. Sampai akhirnya, Hartono dan Sugimin memutuskan untuk mencari ke sisi selatan bendungan yang masuk ke Kecamatan Kalipare.
Awalnya Yudi menolak untuk ikut, tapi dua temannya tetap sepakat pergi ke sisi Kalipare menggunakan perahu kayu bermesin milik seseorang bernama Wadri. Akhirnya, Yudi pun ikut rombongan. Padahal kondisi arus air di bendungan saat itu tidak memungkinkan untuk dilakukan pelayaran.
Betul saja, 100 meter setelah mereka bertolak dari tepi utara bendungan, ombak besar menerjang dan membalikkan perahu. Yudi selamat, sedangkan dua kawannya tenggelam. ”Penuturan saksi, Yudi tidak memakai sepatu, sedangkan dua temannya pakai. Itulah yang membuat korban selamat bisa kembali ke tepi bendungan yang masuk wilayah Sumberpucung dan ditolong warga,” ujar Lukman.
Komandan Tim Pencari Basarnas Jawa Timur Ainul Makhidin menambahkan, saat itu Yudi berteriak minta tolong. Teriakan tersebut didengar pencari ikan bernama saksi Supriono. Saksi langsung berusaha membantu dengan melemparkan batang pohon pisang sebagai pelampung sementara. Akhirnya Yudi selamat dan dievakuasi ke permukiman warga.
Pencarian dua korban tenggelam sebenarnya langsung dilakukan sejak Minggu siang. Namun sepanjang hari tidak ditemukan tanda-tanda kemunculan dua pencari biawak tersebut. Sempat dihentikan pada sore hari, pencarian dilanjutkan mulai kemarin pagi. ”Pada penyisiran hari kedua ini (Senin pagi) kami lakukan bersama para nelayan, Jasa Tirta dan Relawan. Apel pagi kami lakukan dengan total 40 personel gabungan,” terang Ainul.
Dia menjelaskan, kendala pencarian adalah arus bawah bendungan yang sangat deras. Kondisi angin juga relatif kencang. Karena itu, pencarian dilakukan dengan metode jangkar. Baik di bagian tengah maupun tepi bendungan.
Abdul Wahid, tetangga Hartono, mengatakan sejak Minggu siang dia sudah datang ke tempat itu untuk melihat perkembangan hasil pencarian. Kakak Hartono juga ikut dalam proses pencarian bersama warga sekitar dengan menggunakan perahu mesin. ”Hartono itu kerjanya serabutan biasanya jadi kuli bangunan. Kalau kosong biasanya dia mencari biawak,” tambahnya.
Hingga pukul 16.00, tim pencari belum menemukan tanda-tanda posisi dua korban. Untuk sementara pencarian dihentikan dan akan dilanjutkan pagi ini. (pri/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana