MALANG KOTA – Selamat dari gulungan ombak Pantai Jembatan Panjang, Ana Brieva Ramirez, mahasiswi asal Spanyol itu tetap melanjutkan program pertukaran pelajar di Universitas Brawijaya (UB) hingga tuntas. Hal itu disampaikan oleh Kepala Pengelola Informasi dan Kehumasan Fakultas Kedokteran UB dr Holipah PhD, kemarin.
Dia mengatakan, keputusan untuk melanjutkan program pertukaran pelajar diserahkan sepenuhnya kepada Ana. ”Informasinya, yang bersangkutan masih ingin melanjutkan program, sehingga cepat-cepat pergi ke rumah sakit,” ujar Holipah saat konferensi pers di Ruang Sidang Senat FK UB lantai 9, kemarin (11/7).
Sebelumnya diberitakan, Minggu lalu (9/7) Ana dan Jana, Warga Negara Asing (WNA) asal Swiss terseret ombak di pantai jembatan panjang, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Keduanya datang bersama rombongan mahasiswa FKUB. Sejak 3 Juli lalu, Ana dan Jana menjalani program pertukaran pelajar di FKUB.
Ketiga terseret ombak, kedua WNA itu sempat meminta tolong tour guide. Tiga personel tour guide berniat menolong, tapi ketiganya juga ikut terseret ombak. Hingga kemarin, baru dua korban yang ditemukan selamat. Sedangkan tiga lainnya, termasuk Jana masih dalam proses pencarian.
”Programnya pun sudah berlangsung sangat lama. Atas adanya kejadian ini kami akan melakukan evaluasi lebih lanjut," ucap Holipah.
Usai ditemukan selamat, Ana sempat menjalani perawatan selama tiga jam di Puskesmas Bantur. Kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB).
Kemarin, Direktur RS UB Dr dr Viera Wardhani MKes memaparkan kondisi Ana. Dari hasil pemeriksaan tim dokter, Ana mengalami dehidrasi. Sebab selama berada di perairan tidak mendapat asupan yang cukup.
Selain itu, lanjutnya, sunburn atau kondisi iritasi pada kulit akibat paparan sinar ultraviolet dari matahari secara berlebihan. "Lalu ada pengalaman traumatis. Atas berbagai pertimbangan, kami merasa perlu memberikan penanganan melalui beberapa dokter spesialis," katanya.
Dia melanjutkan, hingga kemarin kondisi Ana terus membaik. Salah satunya adalah gejala dehidrasi yang sudah bisa dikelola dengan baik. Rencananya, hari ini (12/7) akan dilakukan evaluasi menyeluruh. "Dari sana bisa ditentukan apakah akan dipulangkan ke negara asal atau ada keputusan lainnya," imbuh dia.
Dekan FK UB Dr dr Wisnu Barlianto MSi Med SpA (K) menambahkan, pihaknya prihatin. Dia berharap korban yang masih hilang segera ditemukan, Jana Olivia. "Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak dan turut menerjunkan Pesawat Cassa 212 untuk membantu penyisiran," tegas dia. (mel/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana