Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

60 Ribu Ayam Terpanggang akibat Kebakaran di Wonosari Malang

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Senin, 18 September 2023 | 19:36 WIB

 

Kebakaran di Wonosari Kabupaten Malang yang membuat 60 ribu ayam terpanggang
Kebakaran di Wonosari Kabupaten Malang yang membuat 60 ribu ayam terpanggang

KABUPATEN – Kebakaran besar melanda peternakan ayam broiler atau pedaging di Dusun Mulyosari, Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Minggu siang (17/9).

Lebih dari 60 ribu ekor ayam hangus terpanggang.

Api juga menghanguskan tiga sepeda motor di peternakan tersebut.

Hingga tadi malam, proses pendinginan sisa kebakaran masih berlangsung.

Api terlihat membakar kandang ayam di Ali Farm Sukses Mandiri milik Ali Makhsum itu sejak pukul 10.30.

Dokumentasi video yang beredar menunjukkan asap hitam besar mengepul sangat tinggi.

Dari bawah atap bangunan berukuran 70 x 20 meter itu, api tampak berkobar dan membakar seluruh isi kandang. 

Pantauan Jawa Pos Radar Malang di lokasi kejadian kemarin, kandang itu terdiri dari dua tingkat.

Di dalamnya terdapat lebih dari 60 ribu ayam broiler.

Api cepat membesar lantaran barang-barang di dalam kandang sangat mudah terbakar.

Seperti kayu dan plastik.

Karyawan dan warga sekitar tak sempat menyelamatkan apa pun dari dalam peternakan itu.

”Proses pemadaman juga cukup sulit. Kondisi kandang yang tertutup membuat akses penyemprotan air terbatas,” kata M. Dwi, salah seorang petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian. 

Kendala lain yang dialami tim damkar adalah perjalanan menuju lokasi kebakaran.

Selain jarak yang cukup jauh dan berada di tengah persawahan, kondisi jalannya masih masih berbatu.

Ini membuat mobil pemadam tidak bisa melaju kencang.

Untuk bisa menjangkau seluruh titik api di dalam kandang, petugas dan warga terpaksa membuat lubang serta merobohkan sebagian dinding di bagian selatan.

Cara itu pun belum sepenuhnya manjur.

Titik api sisi utara (kiri) kandang belum terjangkau. 

”Kami tidak bisa membuat lubang tembok di kanan dan kiri bangunan karena kondisi angin yang tidak menentu. Agar lebih aman, kami robohkan bagian kanan saja," tambah Dwi.

Kekhawatiran Dwi memang beralasan.

Beberapa kali angin berembus dengan arah tak menentu.

Tidak selalu dari arah selatan ke utara. Kepulan asap pun semakin tebal dan menghalangi pandangan tim damkar.

Kondisi itu bisa berbahaya jika mereka membuat lubang tembok di susi utara dan selatan.

Dwi menambahkan, ada empat unit mobil damkar yang didatangkan ke lokasi kebakaran.

Mereka sedikit terbantu lantaran di dekat kandang itu ada aliran sungai.

Tinggal disedot dengan mesin mobil damkar, kemudian disemburkan ke seluruh titik api. 

Meski sudah diguyur air selama beberapa jam, api di dalam kandang begitu sulit dipadamkan.

Para petugas tidak berani langsung masuk ke dalam kandang karena suhu yang sangat panas.

Ayam-ayam ternak di dalamnya juga tampak hangus.

Sebagian terbawa aliran air yang disemprotkan tim damkar, kemudian masuk ke dalam aliran sungai.

Beberapa ayam yang selamat langsung digiring warga menuju sawah. 

Salah seorang warga bernama Hari mengatakan, dia melihat kobaran api sekitar pukul 10.30. Kemudian warga melapor ke damkar pada pukul 10.45. 

"Api cepat merambat karena ada dua titik dari barat belakang dan depan bagian timur," katanya.

Dia menambahkan, kandang tersebut mulai didirikan pada 2016 dan mulai beroperasi dua tahun setelahnya.

Selain puluhan ribu ayam yang terbakar, berbagai peralatan dan puluhan kuintal pakan ayam juga ikut hangus.

Hingga tadi malam belum diketahui jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut.

Kapolsek Wonosari AKP Anwari Sidiq mengatakan pihaknya sedang fokus melakukan pemadaman api.

"Untuk penyebab dan kerugian masih di selidiki. Nanti akan kami sampaikan," katanya (pri/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#ayam #kebakaran di malang