BANTUR – Tragis! Sebuah truk berisi 31 orang (1 sopir dan 30 penumpang) kehilangan kendali, terbalik, dan menabrak rumah warga di Jalan Raya Bantur, Dusun Krajan, Desa Bantur, Kecamatan Bantur Kabupaten Malang, Sabtu malam (7/10), sekitar pukul 23.45.
Dua orang meninggal di lokasi kejadian.
Sementara 13 orang dirawat di rumah sakit, 16 lainnya juga mengalami luka tapi tidak sampai membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Kecelakaan tunggal dengan jumlah korban 31 orang itu berawal dari rencana pembubaran panitia hari kemerdekaan di Pantai Banyu Meneng.
Rombongan merupakan warga Dusun Sidodadi, Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Rombongan berangkat sekitar pukul 23.00 menggunakan truk Mitsubishi dengan nomor polisi N 8892 DD.
Warga juga menggunakan mobil pikap untuk membawa tenda camping, makanan, dan sound system.
Sekitar pukul 23.45, truk melintas di Jalan Raya Bantur.
Tak ada saksi mata yang tahu persis terjadinya kecelakaan tunggal tersebut.
Namun, rekaman CCTV dari dekat lokasi kejadian menunjukkan kecepatan truk yang dikemudikan Mokhammad Zainul Kirom saat itu sangat tinggi.
”Saat sampai di lokasi kejadian, kendaraan itu lepas kendali sehingga oleng ke kanan atau barat dan menabrak pagar tembok di tepi jalan,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Joko Taruna.
Bahkan truk tersebut masih terus melaju dan menghantam rumah warga bernama Sutini, 63.
Warga sekitar yang sebelumnya berada di dalam rumah langsung berhamburan keluar.
Mereka memberikan pertolongan kepada korban bersama orang-orang orang dari pikap pengangkut peralatan.
Satu per satu, para korban di bawah ke depan rumah yang ada di seberang lokasi kejadian.
Mereka diistirahatkan di pinggir jalan.
Warga juga langsung memanggil tenaga medis dari fasilitas kesehatan terdekat.
Yakni Puskesmas Puskesmas Bantur dan Puskesmas Wonokerto.
Hasil pemeriksaan awal menyebutkan bahwa sopir truk tidak mengalami luka yang cukup parah.
Hanya luka di tangan kiri dan menjalani perawatan di RS Mitra Delima Bululawang.
Namun ada dua korban yang langsung meninggal di lokasi kejadian.
Mereka adalah Adi Cahyanto, 35, dan Mokhammad Ali, 44.
Keduanya juga merupakan warga Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang.
”Kedua korban mengalami luka berupa benturan di kepala,” terang Joko.
Sementara itu, Sutini yang tengah malam itu sedang tidur langsung terbangun ketika mendengar suara benturan keras.
Dia kaget lantaran di luar rumahnya tampak puluhan orang terkapar.
Sebagian besar tepat berada di depan rumahnya.
”Biasanya, saya memang bangun tengah malam untuk mengangkat lontong. Tadi malam (kemarin) malah lupa membuat lontong,” terang perempuan pemilik warung tersebut.
Sutini justru harus memanggil warga lain untuk membantu mengangkat para korban yang tergeletak.
Polisi sudah melakukan penyelidikan awal terhadap kecelakaan tersebut.
Untuk sementara, mereka menyimpulkan penyebab kecelakaan adalah rem blong.
Polisi juga menyebutkan kecepatan laju truk malam itu dalam kategori sedang.
Namun, warga yakin malam itu truk melaju dengan kecepatan tinggi.
Seperti yang diungkapkan Joni, warga setempat yang sedang bersih-bersih lokasi kejadian kemarin siang.
Dia yakin truk tersebut melaju kencang hingga terbalik.
”Kalau dilihat dampak kerusakannya, truk tersebut pasti kencang. Apa lagi jalan sebelum lokasi kejadian itu agak berkelok dan sedikit menurun,” jelasnya.
Dia menambahkan, kondisi lain yang memperkuat dugaan bahwa truk tersebut berkecepatan tinggi adalah rusaknya sedikit bagian atap rumah Sutini.
Joni pula yang ikut membersihkan sebagian reruntuhan dari atap itu, termasuk pagar tembok yang ambrol.
”Selain membawa orang, truk itu juga mengangkut sepeda motor. Kemungkinan akan digunakan untuk membantu mobilitas di pantai,” imbuhnya.
Keterangan Joni itu diperkuat temuan pecahan kaca helm di TKP.
”Satu korban yang meninggal tertindih kendaraan motor yang ada dibawa mereka,” tandas Joni. (pri/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana