Di Kota Malang, kobaran api menghanguskan pohon bambu alias borongan di belakangan SD Muhammadiyah 4 Malang.
Sekolah di Jalan Simpang KH Yusuf, Kelurahan Tasikmadu, Lowokwaru nyaris terbakar.
Pada hari yang sama, di Kabupaten Malang juga terjadi kebakaran.
Hutan seluas 2 hektare di kawasan Gunung Geger, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak hangus terbakar.
Api merambat ke sebuah bangunan seperti warung. Beruntung, kebakaran di dua lokasi tersebut berhasil dipadamkan.
Di belakang gedung SD Muhammadiyah 4 Malang, kobaran api diketahui warga sekitar pukul 14.50.
Jarak lokasi kebakaran dengan gedung sekolah berkisar 10 meter, sehingga sempat membuat warga resah.
Diduga, api berasal dari orang-orang yang membakar sampah.
"Satu orang naik mobil pikap warna putih. Dia membakar rumput kering dan sampah di sana," ujar Fajar Pamungkas, warga sekitar yang mengetahui kejadian.
Mengetahui api merembet dan lahan bambu, warga langsung menghubungi UPT Damar Kota Malang.
Setibanya di lokasi, tiga unit mobil damkar langsung beraksi menjinakkan si jago merah.
Butuh waktu sekitar 20 menit untuk memadamkan api.
Kepala UPT Damkar Kota Malang Agoes Soebekti membenarkan soal dugaan kejadian itu disebabkan pembakaran sampah.
"Info yang beredar, orang proyek di dekat lokasi yang melakukan, tapi masih didalami kepolisian," ucap dia.
Pantauan Jawa Pos Radar Malang, tak jauh dari lokasi memang ada proyek pembangunan perumahan.
Namun untuk kepastian penyebabnya masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
Sementara di hutan gunung geger, api pertama kali diketahui sekitar pukul 12.00.
Mulanya ada warga yang melintas.
Mengetahui ada kobaran api, warga tersebut langsung menghubungi perangkat desa.
”Dugaannya dari bawah. Apinya kena angin jadi merambat ke atas," kata salah seorang warga, Karianto.
Tim damkar sempat kesulitan memadamkan api lantaran kondisi medan yang sulit.
Yakni akses terbakar dan kondisi medan miring 35 derajat.
Kendala lain, damkar sempat kehabisan air, sehingga membutuhkan bantuan tim gabungan dari PMI, BPBD, Polres Malang, dan TNI.
Mereka terpaksa mengambil air dari Sengguruh yang berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi.
Api dipastikan padam sekitar pukul 15.05.
"Api berasal dari dalam hutan, kemudian merambat dengan cepat karena banyak daun kering. Penyebabnya belum diketahui," kata Kepala Desa Sumberejo H Amsori di sela-sela meninjau lokasi kebakaran.(biy/pri/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana