Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pencari Gurita Terseret Ombak Pantai Ngliyep Malang Selatan

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Senin, 13 November 2023 | 18:05 WIB
Tim Pencari mengevakuasi jenazah Eko Wahyudi dari Pantai Ngliyep kemarin pagi (12/11). Pencari hewan laut itu terseret ombak besar pada Minggu dini hari, sekitar pukul 00.30.
Tim Pencari mengevakuasi jenazah Eko Wahyudi dari Pantai Ngliyep kemarin pagi (12/11). Pencari hewan laut itu terseret ombak besar pada Minggu dini hari, sekitar pukul 00.30.

KABUPATEN – Ombak besar Pantai Ngliyep Malang selatan memakan korban.

Minggu dini hari (12/11), seorang pencari hewan laut bernama Eko Wahyudi terseret ombak dan tenggelam.

Jenazah pria berusia 33 tahun asal Dusun Ngliyep, RT 92/RW 16, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang itu baru bisa ditemukan pada Minggu pagi, sekitar pukul 08.30, di kedalaman 10 meter.

Saksi-saksi pada peristiwa itu menceritakan, Eko berangkat ke Pantai Ngliyep untuk mencari hewan laut pada Sabtu (11/11), sekitar pukul 23.00.

Dia tidak sendiri, melainkan bersama dua temannya yang bernama Rinal Joko Susanto dan Farid Andi Wibowo.

Mereka bertiga menuju kawasan pantai pasir panjang dan memancing dari pinggiran.

”Informasi yang kami terima, korban mencari gurita menggunakan alat semacam tombak. Caranya dengan menunggu air laut surut terlebih dulu, kemudian maju agak ke tengah untuk mencari sasaran,” kata Kasat Polairud Polres Malang, AKP Slamet Subagyo.

Setelah melewati tengah malam, tepatnya pada pukul 00.30, ombak besar tiba-tiba datang.

Joko dan Farid langsung berlari ke tepi pantai untuk menyelamatkan diri.

Namun nahas menimpa Eko. Dia terlambat menghindar dan akhirnya terseret ombak.

Dua temannya sempat berusaha menolong, tapi tubuh Eko telanjur terseret ombat deras.

Farid juga sempat meminta bantuan ke para nelayan setempat untuk menolong menggunakan perahu jukung.

Tetapi karena kondisi malam yang gelap dan ombak yang besar, upaya penyelamatan dini hari itu gagal.

Pencarian dilanjutkan pada keesokan pagi dengan tim yang lebih lengkap.

Menurut Slamet, total tim pencari mencapai 50 orang.

”Terdiri dari personel Pol sek dan Koramil Donomulyo, PSR, Satpolairud, Polres Malang, TNI-AL Sendangbiru, petugas medis dari Puskesmas Donomulyo, dan nelayan,” katanya.

Sebagian anggota tim pencari melakukan penyelaman hingga tiga kali di sekitar pantai pasir panjang.

Pencarian itu akhirnya membuahkan hasil.

Jenazah korban ditemukan tak jauh dari titik awal terseret ombak.

”Lokasinya sekitar 100 meter dari bibir pantai,” Kata Slamet.

Indra Setyo Sutrisno, salah seorang relawan yang melakukan pencarian, mengatakan bahwa korban dibawa ke rumah duka sekitar pukul 12.02.

Dia menceritakan, pada saat terseret ombak, tubuh Eko sebenarnya terlihat oleh rekan-rekannya.

Namun ombak yang cukup tinggi tidak memungkinkan dilakukan evakuasi.

”Tubuh korban saat itu tengkurap dan terombang-ambing ombak,” tandasnya. (iza/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pantai ngliyep #malang selatan