MALANG KOTA – Hujan yang mengguyur sekitar tiga jam, pukul 13.00 hingga 16.05 pada Sabtu lalu (25/11) mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan Kota Malang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mengungkap ada 29 titik banjir.
Di antaranya Jalan Sulfat, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Jalan Raya Tlogomas, Jalan Sudimoro, dan Jalan Raya Candi.
Selain itu, banjir juga melanda Jalan Danau Toba, Jalan Danau Kerinci, Jalan Veteran, dan Jalan Sigura-gura.
Pantauan Jawa Pos Radar Malang di Perumahan Sigura-gura Residence, Karangbesuki, Kecamatan Sukun kemarin (26/11), banjir mengakibatkan kerusakan di sejumlah fasilitas umum (fasum).
Mulai paving ambrol, tembok pembatas sungai yang roboh, sehingga kerusakan menimpa salah satu rumah warga.
Selain kerusakan fasum, sekitar tujuh mobil milik warga juga mengalami kerusakan akibat luapan air.
Hingga pukul 11.00 kemarin, warga Perumahan Sigura-gura Residence membersihkan sisa-sisa banjir.
Seperti yang dilakukan Yuna Hartono.
Rumah milik Ketua RT 6 RW 8 Karangbesuki itu juga terdampak cukup parah.
Yuna mengatakan, kerusakan terjadi sekitar pukul 15.00.
Saat itu, tembok yang membatasi perumahan dengan sungai jebol, sehingga air masuk ke rumah-rumah warga.
"Ini ketiga kalinya terjadi banjir, tapi sebelumnya tidak sampai parah. Paling hanya setinggi kaki orang dewasa," ungkap Yuna yang memiliki dua rumah di kawasan tersebut.
Selain kerusakan rumah, dia mengatakan, bayi anak tetangga depan rumahnya juga sempat terjebak di dalam rumah.
"Posisi airnya sudah setinggi dada orang dewasa. Alhamdulillah, bayi yang masih berusia 1,5 bulan itu selamat karena ditaruh neneknya di ember," cerita dia.
Terpisah, Analis Bidang Drainase Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Yocky Agus Firmanda menjelaskan, hujan pada Sabtu lalu merupakan siklus 10 tahunan akibat El Nino.
Sebelumnya, kejadian yang sama juga terjadi 2014 silam.
"Kalau di Perumahan Sigura-gura, selain karena hujan lebat, juga karena saluran irigasi yang lebih tinggi daripada jalan," terang Yocky.
Pada 2021 lalu pihaknya sudah melakukan upaya antisipasi.
Salah satunya dengan membesarkan saluran hingga sekitar 2x1 meter di hilir Jalan Candi III menuju Kali Metro.
Tujuannya untuk luapan air akibat banjir.
Saat ini pihaknya masih menunggu laporan terkait prasarana sarana dan utilitas (PSU) perumahan yang rusak.
Sebab dari informasi sementara, dia mengatakan, pengembang belum menyerahkan PSU.
Sementara itu, PJ Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya akan menelusuri lebih lanjut perihal kronologis banjir.
Ini karena sebelumnya banjir yang terjadi tidak parah.
"Kemarin (Sabtu, 25/11) banjirnya luar biasa. Salah satu penyebabnya karena saluran irigasi di daerah irigasi sengkaling dua tidak kuat menahan aliran air dari atas yang berkumpul ke sini dengan deras," kata Wahyu di sela-sela meninjau Perumahan Sigura-gura Residence kemarin.
Wahyu juga membenarkan bahwa di atas rumah milik warga terdapat saluran, sehingga tidak seharusnya didirikan bangunan.
Untuk itu, dia akan mengecek PSU ke pengembang.
"Kami akan panggil pengembang karena PSU belum diserahkan. Lalu, mengecek kualitas fisik dan menutup pagar perumahan yang jebol untuk sementara waktu," pungkas dia. (mel/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana