MALANG KOTA – Warga Jalan Puntodewo Gang VIII dan IX Polehan, Kecamatan Blimbing digegerkan dengan penemuan bayi, kemarin (4/12).
Bayi laki-laki berusia sekitar tiga hari tersebut ditemukan tergeletak di depan pagar rumah Juin, sekitar pukul 11.15.
Kondisinya masih sehat, terbungkus selimut bermotif bunga.
Di sebelah bayi tak berdosa itu terdapat tas berisi beberapa pasang pakaian, kasa, popok bayi, dan obat merah.
Ketika dibuka, tapi pusar bayi belum terpotong.
Diduga, bayi tersebut sengaja dibuang oleh ibunya.
Bayi malang itu ditemukan oleh Bambang Suprio, 58, warga sekitar yang hendak berangkat ke masjid.
Rumah Prio hanya selisih sekitar tiga rumah dengan lokasi ditemukan bayi tersebut.
”Saya kaget karena bayinya masih hidup. Lalu saya memanggil adik untuk mengabari kelurahan dan polisi,” ujar Prio.
Bayi itu lalu dievakuasi ke rumah Prio.
Beberapa saat kemudian warga bersama aparat dan perangkat kelurahan tiba di lokasi.
Mereka sempat berembuk, setelah itu dibawa ke RSSA Malang untuk diserahkan ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang.
Ditemui di lokasi, Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantinb) Kelurahan Polehan Subaidi mengatakan bahwa kondisi bayi dalam keadaan sehat dan baik.
”Ibu-ibu dari puskesmas memperkirakan usia bayinya sekitar tiga hari,” kata Subaidi.
Dia mengatakan, ada beberapa warga yang ingin mengadopsi bayi tersebut.
Namun proses adopsi bayi harus melalui administrasi.
”Sementara akan kita bawa ke RSSA untuk diserahkan ke dinas sosial (dinsos). Terkait yang mau mengadopsi, bisa berkomunikasi dengan dinsos,” terangnya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Polehan Aiptu Harijanto mengatakan, pihaknya akan mendalami kasus pembuangan bayi tersebut.
”Kami terima aduan masyarakat. Nanti akan dikoordinasikan dengan reskrim untuk penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya.
Informasi yang diperoleh Harijanto dari masyarakat menyebutkan bahwa sebelumnya ada seorang perempuan yang membawa bayi.
Wanita itu diketahui berkeliaran di sekitar masjid Manaan pada pukul 11.00.
Diduga wanita itu hendak membuang bayi.
Namun saat itu warga tidak ada curiga.
Di tempat lain, pada hari yang sama juga ditemukan bayi di Bendungan Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Namun kondisi bayi sudah meninggal dunia.
“Waktu petugas membersihkan sampah dan hampir selesai, lalu ditemukan jasad bayi,” tutur Danru Security PJT Sengguruh Hartono, kemarin.
Mereka bergegas menghubungi Polsek Kepanjen dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang.
Kapolsek Kepanjen Kompol Sri Widyaningsih memaparkan, jasad bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki.
“Perkiraan usia bayi satu bulan,” tuturnya.
Setelah di-evakuasi, bayi itu dibawa ke RSSA Malang. Hingga siang tadi, terkait identitas bayi juga belum diketahui.(pri/iza/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana