Sebelas Hari Sebelumnya Tak Pernah Keluar Rumah
MALANG KOTA – Seorang advokat sekaligus calon anggota legislatif (caleg) DPR-RI ditemukan tidak bernyawa di rumahnya, Jalan Pisang Agung 3, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Senin Malam (4/12).
Kondisinya sudah membusuk. Korban berjenis kelamin perempuan itu diperkirakan sudah meninggal lebih dari sepekan.
Mayat perempuan itu diketahui bernama Antonia De Carvalho Da Cunha Soares, 46.
Dia juga tercatat sebagai caleg DPR-RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil Malang Raya dengan nomor urut 3.
Sehari-hari, perempuan berambut pendek itu tinggal sendirian di rumahnya.
Ketua RT 02/RW 05 Kelurahan Pisang Candi Widi Gamal menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul 21.30 dalam kondisi tergeletak di dalam rumah.
Tepatnya di pintu penghubung antara ruang tamu dengan ruang keluarga yang menyatu dengan dapur.
Widi juga mengatakan bahwa Antonia sudah tidak keluar rumah lebih dari sepekan.
”Awalnya ada kakak perempuan korban bersama suaminya yang mencoba menghubungi lewat telepon, tapi tidak mendapat respons. Karena khawatir terjadi apa-apa, akhirnya mereka mendatangi rumah korban,” terang Widi.
Saat tiba di rumah Antonia, mereka tidak bisa masuk lantaran pagar dalam kondisi terkunci.
Sudah berkali-kali dipanggil dan dihubungi lewat telepon, tetap tidak ada respons dari dalam rumah. Padahal, mobil dan motor milik Antonia tampak terparkir rapi di garasi.
Mereka lantas meminta bantuan Widi untuk membongkar paksa gembok pagar menggunakan gerinda.
Setelah pagar dan pintu rumah bisa dibuka, Widi masuk ke dalam rumah bersama kakak perempuan korban dan suaminya.
”Waktu itu semua lampu dalam kondisi padam. Gelap gulita. Tercium bau busuk yang menyengat, tapi kami sempat mengira itu bau ikan asin,” ujarnya.
Begitu lampu dinyalakan, terlihat tubuh Antonia tergeletak di lantai.
Posisinya tengkurap di dekat pintu.
Di dekatnya terdapat ponsel yang tergeletak.
Ada juga darah yang sudah menghitam.
Di dalam rumah itu juga ada anjing peliharaan Antonia yang sempat menghalangi Widi masuk.
Anjing itu terlihat stress lantaran tidak makan selama berhari-hari dan pemiliknya sudah meninggal.
”Akhirnya kami menghubungi polisi dan petugas medis agar segera dilakukan evakuasi,” kata Widi.
Hingga kemarin memang belum bisa dipastikan kapan Antonia tewas.
Namun, Widi mengatakan bahwa sekitar delapan hari sebelumnya dia sudah mencium bau busuk dari dalam rumah Antonia.
Namun, bau itu kadang muncul, kadang menghilang.
Beberapa warga setempat mengatakan, sudah cukup lama lampu di rumah Antonia tidak tampak menyala.
Posisi parkir sepeda motornya juga tidak pernah berubah.
Sementara pihak keluarga mengatakan bahwa komunikasi terakhir dengan Antonia terjadi pada 23 November 2023, atau 11 hari sebelum korban ditemukan.
Sejak saat itu juga warga tidak melihat ada aktivitas di rumah Antonia.
Pihak keluarga yang datang ke lokasi kejadian juga mengatakan bahwa Antonia tidak mempunyai penyakit bawaan.
Mereka menduga, sebelum meninggal korban sangat sibuk dengan urusan politik terkait posisinya sebagai caleg, sehingga kondisi kesehatannya menurun.
Kapolsek Sukun AKP Yoyok Ucuk Suyono mengatakan bahwa penemuan jenazah itu berawal dari laporan warga bernama Viktor Sembiring.
”Jenazah sudah dievakuasi ke RSSA malam itu juga untuk dilakukan penanganan lebih lanjut," katanya.
Yoyok membenarkan bahwa korban diperkirakan meninggal sudah cukup lama.
Informasi yang diterima dari warga dan pihak keluarga, kemungkinan korban meninggal sekitar 11 hari sebelum ditemukan.
”Dari hasil visum tidak ada tanda luka atau tanda kekerasan. Diduga saat itu korban sakit dan tidak ada yang menolong,” katanya. (pri/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana