PAKIS - Satu keluarga di Pakis Malang, terdiri dari suami, istri, dan satu anak, diduga bunuh diri.
Peristiwa itu terjadi di RT 03 RW 01 Dusun Boro Bugis, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang Selasa pagi (12/12).
Tragisnya, ada satu anak yang tidak 'diajak'.
Korban meninggal inisial WE, 44, dan istrinya, S, 40, serta satu dari anak kembar, R, 12.
Korban WE adalah seorang guru di SD dan SMP negeri Kota Malang.
Sementara, anggota keluarga yang masih hidup tinggal inisial AK, 12.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat membenarkan.
Dari hasil olah TKP sementara, ada tiga kamar tidur di rumah tersebut.
Posisi tiga orang yang meninggal berada di kamar paling belakang.
Sementara, saat kejadian, AK yang masih hidup, berada di kamar tengah.
Menurut investigasi sementara, awalnya dua anak tersebut tidur satu kamar dan terpisah dari bapak ibunya.
“Ditengara, sekitar pukul 03.00 sebelum subuh, bapaknya mengambil salah satu anak inisial R,” katanya.
R dibawa ke kamar paling belakang.
Sementara, AK ditinggal di kamar tengah.
Pagi hari, AK terbangun dalam kondisi kaget.
Dia bangun kesiangan tapi tak ada yang membangunkan.
Biasanya dia selalu diajak salat subuh oleh keluarganya.
AK pun menuju kamar, menggedor pintu tapi tak ada jawaban.
Karena pintu kamar tak bisa dibuka, ia pun berteriak meminta tolong kepada warga.
Dari situlah, ketahuan bahwa ada kejadian diduga bunuh diri satu keluarga.
Indikasi bunuh diri diperkuat sejumlah hasil investigasi tempat kejadian perkara dan barang bukti.
Korban suami ditemukan di lantai kamar dengan kondisi tangan kiri mengalami sekitar dua luka sayatan dan satu besar.
Sementara jenazah istri dan R dalam posisi tidur di kasur dan mengeluarkan busa dari mulutnya.
Gelas berisi sisa obat nyamuk serta pisau tergeletak di sekitar lokasi penemuan jenazah.
Selain itu, tak jauh dari TKP, ditemukan saset obat nyamuk cair di dalam keranjang sampah.
Terkait motif yang melatar belakangi kejadian ini juga masih pendalaman.
Kondisi rumah juga masih rapi baik dari belakang maupun depan.(iza/fin)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana