Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Korban Bunuh Diri Pakis Malang : Dikenal Pandai, Sopan, dan Berprestasi

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 13 Desember 2023 | 17:42 WIB

 

Wasiat untuk AK dari orangtuanya yang diduga bunuh diri.
Wasiat untuk AK dari orangtuanya yang diduga bunuh diri.

SALAH satu korban yang meninggal karena bunuh diri itu, adalah AR. 

Dia merupakan siswi di SMPN 4 Kota Malang.

Para guru dan teman-temannya mengenal AR sebagai siswa berprestasi. 

Terbaru, bocah perempuan kembar itu baru saja mengikuti lomba Paduan Suara. 

Wakil Kepala Sarana dan Prasarana (Sarpras) SMPN 4 Kota Malang Ngateman mengatakan, AE masih terlihat di sekolah pada Senin lalu. 

Mengikuti ujian semester mata pelajaran agama dan Bahasa Jawa. 

”Hari ini (kemarin, red) tidak masuk sejak pagi dan tidak izin.” ujarnya.

Maman, panggilan akrab Ngateman, dan para guru lainnya mengaku kaget saat mendengar berita yang menimpa keluarga muridnya tersebut. 

Kabar bunuh diri itu pertama kali didengar para guru dari salah satu wali murid yang membagikan link berita melalui grup WhatsApp

Para guru lantas mencari tahu kebenaran informasi itu. 

Apakah benar yang menjadi korban adalah siswa mereka. 

Pasalnya, AR memiliki saudara kembar identik yang bersekolah di SMP 3 Kota Malang.

”Ada yang menuju RSSA, ada yang menuju rumah korban,” terangnya. 

Di tengah perjalanan, Maman mendapatkan kepastian bahwa korban memang muridnya dan sudah dibawa menuju RSSA. 

Maman menceritakan, AR adalah anak didiknya yang mempunyai prestasi akademik bagus dan ceria. 

AR juga ada di kelas seni. 

”Dia anak yang pandai. Bisa masuk ke SMP wilayah kota karena rapor bagus, Saya sering ketemu dia. Anaknya juga ramah dan banyak,” jelas Maman. 

Kepala SMPN 4 Kota Malang Pancayani Dinihari yang ditemui di kamar mayat RSSA juga tampak bersedih. 

Dia tahu persis bahwa AR adalah anak yang pintar secara akademik, santun.

”Tidak ada cerita apa pun ke kami sebelumnya,” terang Dini.

Kepala SDN Sukun 3 Sri Mursinah juga mendatangi RSSA kemarin. 

Dia merasa kaget saat mengetahui Wahab yang merupakan tenaga pengajar di sekolahnya meninggal karena bunuh diri.

Dia menjelaskan, Wahab merupakan guru kelas 5. 

”Dia termasuk guru yang baik dan berintegritas,” terang Marsinah. 

Wahab juga dikenal sebagai salah satu guru yang paling rajin berangkat paling awal dan pulang paling akhir. 

Sudah mengajar di sekolah itu sejak 2002.  

”Saya tidak tahu kalau ada masalah. Tapi Pak Wahab adalah guru yang berintegritas. Rajin sholat dhuha,” terangnya.  

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana juga mengenal Wahab sebagai orang baik. 

”Saya tanya tadi ke tetangga. Orangnya pendiam. Setiap hari rutin pergi ke masjid," kata dia. 

Suwarjana menduga apa yang menimpa keluarga Wahab bukan berlatar belakang masalah ekonomi. 

Sebab korban berpenghasilan tetap dari menjadi guru dan istrinya berjualan kue.

"Jadi terlihat normal-normal saja," imbuhnya. (pri/mel/fat) 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Pakis #malang #bunuh diri