MALANG KOTA – Sebuah pohon besar di Alun-Alun Merdeka Kota Malang roboh sekitar pukul 09.00 kemarin (18/12).
Beruntung tidak ada pengunjung yang tertimpa pohon atau fasilitas yang mengalami kerusakan.
Untuk mencegah roboh susulan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang merapikan beberapa bagian pohon yang sudah sangat tua itu.
Staf Bidang Pertamanan Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang Anggun Setiawan mengatakan, pohon yang tumbang kemarin adalah beringin.
Ukuran diameternya sekitar 1,5 meter dengan tinggi 12 meter.
Letak pohon tersebut menghadap ke Mal Alun-Alun Ramayana.
Dia tidak tahu pasti usia pohon yang berada di seberang Kantor Pemerintah Kabupaten Malang tersebut.
Namun, pohon itu diperkirakan sudah ada sejak zaman pemerintahan Presiden Soekarno.
”Penyebab tumbangnya karena pohon sudah lapuk,” kata dia.
Agar tidak mengganggu pengunjung, pihaknya melakukan pemotongan pada cabang-cabang pohon yang tergolong besar saja.
Kawasan alun-alun tidak ditutup dan pengunjung tetap beraktivitas seperti biasa.
Pemotongan dilakukan sekitar 10 personel DLH mulai pukul 09.00 sampai menjelang pukul 12.00.
Karena tergolong aset daerah, cabang pohon yang dipotong akan dilelang.
Sedangkan daun-daunnya akan diolah menjadi pupuk di Tempat Pembuangan Akhir Supit Urang.
Anggun menambahkan, kegiatan kemarin masih fokus di kawasan tengah alun-alun.
Ke depan pihaknya juga akan terus merapikan pohon-pohon di bagian tepi alun-alun.
Terutama cabang dan ranting pohon yang mulai menjuntai ke jalan dan menutupi lampu penerangan.
DLH Kota Malang sudah merapikan pohon di beberapa kawasan.
Antara lain di Jalan Ahmad Yani, Jalan Hamid Rusdi, Jalan Sulfat, Jalan Raya Bandulan, Jalan Raya Mergan, Jalan Veteran, Jalan Rajasa, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Bungur Melati, hingga Jalan Pattimura.
”Pemotongan dahan dan ranting pohon di setiap kawasan bisa dilakukan dua hingga empat kali. Sementara pohon yang dirapikan bisa 10 sampai 20 pohon,” pungkas Anggun. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana