MALANG KOTA- Bau busuk mayat yang sangat menyengat, menyeruak di lingkungan Jalan Bandulan Barat, Gang Masjid, RT 001/ RW 001, Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Sabtu malam (13/1).
Saat ditelusuri, bau itu berasal dari mayat di ruang tamu salah satu rumah di kawasan Bandulan Barat Kota Malang tersebut.
Mayat itu teridentifikasi bernama Farid Rohman, 43, warga Bandulan Barat Kota Malang dan diperkirakan sudah meninggal selama empat hari.
Farid sebenarnya terdata sebagai warga Jalan KH Hasyim Ashari, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen.
Namun dia sudah lama tinggal di Bandulan yang merupakan kawasan padat penduduk.
Malam itu dia ditemukan telentang di kursi ruang tamu.
Polisi memperkirakan, posisi korban sebelum meninggal adalah duduk di kursi yang muat satu orang di samping sofa panjang.
Saat ditemukan, jenazah korban sudah menampakkan tanda-tanda pembusukan.
Termasuk bau dan cairan tubuh yang menetes ke lantai.
”Kami memperkirakan kematian korban sudah empat hari sebelum ditemukan,” kata Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Yudi Risdiyanto kemarin pagi (14/1).
Dia menjelaskan, warga mulai mencium bau tak sedap sekitar pukul 18.00.
Makin lama, bau itu semakin menyengat.
Pada pukul 18.30, salah seorang warga bernama Fatkur Rosiq, 41, yang melewati depan rumah tersebut memutuskan untuk mengecek sumber bau busuk.
Kebetulan pintu rumah tersebut dalam kondisi tidak dikunci.
Begitu masuk ke dalam rumah, dia mendapati Farid sudah tak bernyawa.
Fatkur langsung melapor ke ketua RT setempat. Sekitar pukul 21.00, jenazah Farid dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik RSSA untuk menjalani visum et repertum.
Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya luka tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.
Mantan Kanit Intelkam Polsek Blimbing itu pun memastikan bawa korban meninggal karena sakit.
”Berdasar keterangan keluarga, korban punya riwayat penyakit diabetes. Sudah bertahun tahun,” kata dia.
Kapolsek Sukun AKP Yoyok Ucuk Suyono menambahkan, sejatinya korban tidak tinggal sendirian.
Dia tinggal bersama ibunya, tapi ibunya juga menderita gangguan jiwa.
Dengan kondisi tersebut, dua orang di rumah itu sama sama menderita penyakit, tapi tidak dapat saling merawat.
”Kesaksian warga juga menyebutkan bahwa korban sudah tidak keluar rumah selama tiga hari,” tandasnya. (biy/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana