BATU - Hujan deras yang mengguyur Kota Batu pada Senin sore (29/1) merobohkan plengsengan dan pagar tembok The Singhasari Resort.
Material plengsengan dan tembok sempat menutup Jalan Damin di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Bahkan sebagian di antaranya sampai masuk ke rumah warga Salah seorang warga terdampak, Fandi Ilmiansyah, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada pukul 17.30 menjelang magrib. Hujan turun dengan sangat deras.
Tiba-tiba terdengar suara petir disertai getaran seperti gempa.
Setelah itu, air masuk dan membawa beberapa material batu besar ke dalam rumahnya. ”Dua pintu rumah jebol.
Ibu saya yang sedang ada di dapur samping terkena batu yang menjebol pintu dan sempat tertimpa kulkas,” ucapnya.
Menurut Fandi, ibunya tidak terluka parah dan masih bisa beraktivitas.
Sementara anggota keluarga lain tidak ada yang terluka.
Saat itu Fandi dan neneknya berada di kamar.
Sedangkan ayahnya sedang ke luar kota.
“Akibat kejadian itu, ruang tamu dan dapur berantakan. Banyak material kecil maupun besar yang masuk rumah,” jelas warga Desa Beji tersebut.
Proses pembersihan material berlangsung cukup lama.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu sampai mengerahkan ekskavator untuk menyingkirkan material dari badan jalan.
Pihak Singhasari Resort juga turut membantu membersihkan material.
Mereka bahkan me-laundry baju, gorden, dan kain milik keluarga Fandi yang terkena lumpur.
Termasuk memberikan kasur untuk tempat tidur sementara.
”Proses pembersihan selesai sekitar pukul 12 malam,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Doddy Faturrachman mengatakan, plengsengan dan tembok tersebut roboh karena saluran drainase di bawahnya tidak mampu menampung kenaikan debit air saat hujan deras.
Akibatnya, plengsengan dengan dimensi panjang 30 meter dan tinggi 8 meter itu roboh.
Kejadian itu juga sempat menutup akses jalan utama dan saluran drainase warga.
Kabel PLN di sekitar lokasi juga putus.
BPBD yang dibantu warga langsung bergerak untuk membersihkan material di jalan.
Termasuk memotong beberapa pohon yang rawan roboh.
”Dua rumah warga milik Bapak Abdul Syukur (Ayah Fandi) dan Bapak Winarto yang ada di depan plengsengan juga turut terkena material,” ujarnya.
Robohnya tembok milik hotel itu juga mendapat perhatian Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai.
Kemarin, (30/1) dia mengunjungi lokasi kejadian dan memastikan bahwa penanganan pasca bencana berjalan dengan cepat.
“Kami ingin memastikan bahwa pekerjaan perbaikan berjalan dengan cepat, sehingga masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan aman,” pungkasnya. (sif/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana