Sang Ayah Juga Dalam Kondisi Kritis di RSU Pindad
KABUPATEN – Kabar duka datang dari bocah korban kebakaran mobil di Turen Kabupaten Malang yang dirawat tim medis RSU Pindad, kemarin (1/2).
Rizky Maulana Surya, 6, mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 11.20.
Luka bakar yang dia alami mencapai 80 persen, sehingga sulit untuk diselamatkan.
Sedangkan ayahnya, Sonhaji, 52, masih dalam kondisi kritis dan mendapatkan perawatan intensif.
Seperti diberitakan, sebuah mobil Daihatsu Zebra terbakar di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sedayu, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang pada Rabu pagi (31/1).
Mobil itu dikemudikan Ahmad Sonhaji, 52, dan membawa penumpang Rizky Maulana Surya.
Di dalam mobil terdapat sebuah drum wadah bahan bakar minyak dan tangki yang sudah dimodifikasi.
Saat mobil terbakar, Ahmad Sonhaji langsung keluar dan berusaha menyelamatkan anaknya yang duduk di jok tengah.
Keduanya pun sama-sama mengalami luka bakar dan dilarikan ke RSU Pindad.
Namun kondisi Rizky sudah sangat parah.
Sekujur tubuhnya tersambar api.
Beberapa saksi mata mengatakan bahwa sebagian baju bocah itu seperti menyatu dengan kulit.
Kepala RSU Pindad (RSU) di Turen dr Andre Setyawan Candra mengatakan, sejak tiba di rumah sakit pada Rabu (31/1), kondisi Rizky sudah tergolong parah.
Luka bakarnya mencapai 80 persen.
Artinya, luka itu menyebar di hampir seluruh tubuh.
”Kami sudah berusaha maksimal agar nyawa korban dapat diselamatkan. Penanganan dilakukan oleh dokter spesialis bedah dan dokter spesialis anestesi,” ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Malang kemarin.
Andre menjelaskan, karena korban masih berusia anakanak, respons tubuhnya kurang begitu baik setelah mengalami kebakaran.
Risiko infeksi cukup besar.
Termasuk trauma pernapasan karena korban menghirup karbon monoksida dalam jumlah yang banyak.
Karena itu pula, bicara korban cenderung melantur saat diajak berkomunikasi.
Sebenarnya masih bisa memahami perkataan dari lawan bicara, tapi Rizky hanya mampu menjawab sepatah dua patah kata.
”Karena itu, kami segera melakukan tindakan cito (operasi bedah, red) dan membersihkan luka bakar di tubuh korban,” jelas Andre.
Setelah dilakukan tindakan, Rizky dipindahkan dari ruang operasi ke Intensive Care Unit (ICU) untuk mendapat alat bantu pernapasan.
Sebab, bocah itu juga mengalami trauma inhalasi atau luka pada saluran napas akibat kebakaran.
Dalam kondisi itu, korban memang harus benar-benar dipantau dan mendapatkan perawatan intensif.
Sayangnya, Rizky mengembuskan napas terakhir pada pukul 11.20.
Itu terjadi lantaran kondisinya makin memburuk akibat luka bakar.
Sebagian besar lapisan kulitnya hilang yang berdampak pada menghilangnya cairan tubuh dalam jumlah besar.
”Terjadi infeksi akibat tidak ada pelindung tubuh dan komplikasi,” tandas Andre.
Sementara itu, Sonhaji juga mengalami luka bakar yang cukup parah, sekitar 60 sampai 80 persen.
Dia kehilangan banyak kulit di beberapa bagian tubuh, sehingga harus ditangani secara intensif oleh tim dokter.
”Pasien juga dalam pantauan ketat dokter spesialis anestesi dan spesialis bedah. Ini karena yang bersangkutan dalam kondisi kritis dan membutuhkan alat bantu pernapasan di ICU,” tandasnya.
Sementara itu, penanganan perkara kebakaran mobil itu terus dilakukan oleh Polsek Turen.
Dua warga di sekitar lokasi kejadian sudah menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
Namun polisi baru bisa sebatas menduga bahwa kebakaran itu dipicu korsleting kelistrikan mobil yang kemudian menyambar bahan bakar.
Pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin, barang bukti mobil masih berada di Mapolsek Turen.
Keempat rodanya sudah habis, sehingga diganjal dengan paving stone.
Di dalamnya masih terdapat drum wadah BBM dan tangki besar yang sudah dimodifikasi.
Kanit Reskrim Polsek Turen Iptu Sigit Hernadi menjelaskan, pihaknya belum bisa meminta keterangan dari pemilik kendaraan lantaran yang bersangkutan masih dalam perawatan.
Pemeriksaan saksi-saksi juga belum mendapatkan titik terang dari mana api pertama kali muncul.
”Untuk sementara, saksi hanya bisa mengatakan bahwa api berkobar dari dalam mobil,” terangnya.
Dia menjelaskan, barang bukti mobil yang kini sudah berwarna abu-abu itu bakal dikembalikan kepada pemiliknya setelah pemeriksaan selesai.
Sigit juga meminta masyarakat tak melakukan modifikasi tangki mobil untuk memperbanyak isinya. (iza/ mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana