MALANG KOTA – Tebing longsor di Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, mulai mendapat penanganan kemarin (15/3).
Para pekerja tampak menutup bagian atas tebing dengan terpal.
Ada juga yang memperkuat tebing dengan dinding bambu untuk mencegah longsor susulan.
Longsor di Kelurahan Tanjungrejo terjadi pada Selasa lalu (5/3).
Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Kota Malang menyebut peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.50.
Longsor terjadi diduga akibat saluran drainase yang tergerus air hujan.
Kondisi tanah bagian bawah tebing yang labil juga tidak mampu menahan gerusan aliran sungai.
Akibat longsor itu, BPBD Kota Malang mencatat enam bangunan hunian mengalami kerusakan.
Yakni rumah milik Joko, Subagio, Sunari, Sapuan, Suyanto, dan Sugeng Kaminto.
Satu pos kamling juga rusak, termasuk plengseng setinggi 9 meter dan lebar 50 meter yang ambrol.
Koordinator Satgas Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Hari Widodo mengatakan, pemasangan dinding bambu dan terpal ditujukan untuk memperkuat tebing.
”Kalau ada longsor susulan, bongkahan tanah bisa jatuh ke saluran atau membahayakan warga yang lalu-lalang di bawahnya,” kata dia.
Untuk penanganan selanjutnya, pihaknya masih menunggu koordinasi dengan instansi lain.
Misalnya BPBD Kota Malang.
”Jika dibutuhkan mungkin akan dibangun plengsengan yang lebih bagus, sehingga bisa bertahan sampai kapan pun,” tegas Hari. Terpisah, Lurah Tanjungrejo Muhammad Abdul Aziz mengaku terus memantau kondisi tebing yang longsor.
Termasuk menyiapkan antisipasi jika terjadi hujan deras.
Pihaknya juga terus memantau bangunan-bangunan lain yang dekat dengan lokasi longsor.
”Namun sejauh ini kondisi di lokasi secara keseluruhan aman,” pungkasnya. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana