MALANG - Suara tangisan bayi membuat Lettu Inf Rudi Harianto terbangun dini hari kemarin (17/4), sekitar pukul 01.00.
Awalnya dia tak menaruh curiga.
Rudi mengira tangisan itu dari bayi tetangganya.
Setelah 15 menitan suara tangis terus terdengar, dia mulai penasaran.
Setengah jam kemudian, anak Rudi yang tidur di kamar bagian depan menghampirinya dan mengeluhkan suara tangisan itu.
Rudi lantas bergegas mengecek ke bagian depan rumah yang ditinggalinya, di Jalan Panglima Sudirman nomor 1 RT 8/RW 6, Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, sudah masuk dalam kompleks Asrama Tentara Dodik Bela Negara.
”Karena tidak tega, saya akhirnya mencoba keluar (rumah) untuk mengecek,” kata dia.
Setelah dicari, suara tangisan bayi itu ternyata berasal dari bekas kardus rokok yang diletakkan di dekat mobil Toyota Kijang milik Rudi.
Panjang kardus sekitar 52 sentimeter, lebarnya 38 sentimeter dan tingginya 41 sentimeter.
”Waktu saya buka ternyata ada bayi laki-laki yang kemungkinan berusia sekitar lima hari,” lanjut dia.
Rudi memperkirakan bayi itu memiliki berat 2,9 kilogram dan tinggi 45 sentimeter.
Saat ditemukan, kondisinya cukup sehat.
Bayi tersebut menggunakan celana yang senada dengan topi berwarna merah.
Bajunya berwarna putih abu-abu.
Namun, wajahnya kemerahan karena panas setelah berada di kardus rokok selama beberapa waktu.
Di bagian pusarnya juga ada jepit.
Selain itu, di dalam kardus terdapat beberapa pakaian.
Jumlahnya sekitar 15 pasang.
Lalu ada kain, bantal, dan sepasang guling untuk melindungi bayi di dalam kardus.
”Barang yang ada di kardus hanya itu. Tidak ada identitas atau surat,” imbuh bapak dua anak tersebut.
Setelah ditemukan, Rudi meminta istrinya untuk membersihkan bayi tersebut.
Dia juga memberikan susu, dot, dan minyak telon agar bayi itu nyaman.
”Kami langsung melapor ke atasan hingga perangkat terkait seperti dinas sosial. Lalu pukul 08.15 bayi dibawa ke RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA),” terangnya.
Sebelum menemukan bayi, Rudi menyebut tidak ada orang yang mencurigakan.
Meskipun masuk dalam komplek Asrama Tentara Dodik Bela Negara, bagian depan rumahnya merupakan jalan umum.
”Karena rumah saya masih ada pagarnya, orang tua bayi kemungkinan merasa aman untuk meletakkan bayinya. Saya juga tidak mendengar suara kendaraan sebelum kejadian,” jelasnya.
Rudi menambahkan, sebenarnya dia berniat mengadopsi bayi itu.
Namun, setelah bertanya kepada dinas sosial, prosedur yang harus dilalui cukup panjang.
Bayi laki-laki itu kini sudah diamankan di RSSA Malang.
Dinas Sosial Kota Malang terus memberikan pendampingan.(mel/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana