MALANG KOTA - Nasib nahas menimpa Muhammad Qusaeri, 17.
Santri Mahad Darussa'adah Al Islamy, Gubuklakah, Kecamatan Poncokusumo itu meninggal akibat kecelakaan di Jalan Muharto, Kota Malang kemarin (17/4)
Informasi yang dihimpun di lokasi, warga Jalan Permadi, Kelurahan Polehan, Kota Malang itu mengalami kecelakaan tunggal sekitar pukul 12.00.
Qusaeri mengendarai sepeda motor Honda Vario bernopol N 4273 JH dari arah Pasar Kebalen menuju Jembatan Kedungkandang.
Sesampai di Jalan Muharto, dia hendak mendahului kendaraan yang ada di depannya.
Tapi karena kehilangan kendali, sehingga kendaraannya oleng dan terjatuh.
Korban yang berkendara seorang diri itu mengalami luka parah di bagian kepala, sehingga langsung meninggal dunia.
”Yang saya dengar, suara benturan keras sekali. Saya minta kepada pelanggan agar menolong, tapi saat dicek kepalanya sudah penuh darah,” ujar Nia Sari, 31, penjual pakan burung yang berjarak sekitar lima meter dari lokasi kejadian.
Warga sekitar yang mengetahui kecelakaan tunggal tersebut berusaha menolong.
Tapi korban sudah tidak bergerak.
”Daerah sini sudah sering terjadi kecelakaan,” kata ibu dua anak tersebut.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Malang Kota Iptu Isrofi tiba di lokasi kejadian.
Dia mengatakan, korban tidak bisa menguasai laju kendaraan.
”Posisi korban mau menyalip kendaraan di depannya. Lalu oleng dan jatuh dari motornya,” ungkapnya.
Pantauan wartawan koran ini, ayah korban yang berjualan jagung susu keju (Jasuke) datang ke lokasi.
Namun pria tersebut langsung tak sadarkan diri ketika mengetahui kondisi anaknya yang tergeletak berlumuran darah.
Sementara dagangan ayah korban dibiarkan.
Sepasang sandal juga tergeletak begitu saja di samping sepeda motor.
Jenazah korban langsung di bawa RSUD Dr Saiful Anwar menggunakan ambulans Polresta Malang Kota.
Keluarga juga sudah berada di sana.
Mendampingi jenazah untuk diproses dan segera dimakamkan di TPU. (aff/dan).
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana